Serapan APBD Loteng 2015 Lampaui Target

‘’Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setdakab Loteng dengan Lomboktoday.co.id’’

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan oleh Penjabat Bupati Loteng, Ibnu Salim bersama semua kepala SKPD dan camat, semua serapan APBD Loteng tahun 2015 secara umum sangat tinggi dan melampaui target. Pendapatan Asli Daerah (PAD), dari anggaran sebesar Rp152,8 miliar, telah tercapai sebesar Rp154,08 miliar atau sekitar 100,80 persen.

RAPAT EVALUASI: Penjabat Bupati Loteng, Ibnu Salim dan Sekda Loteng, HL Supardan saat menggelar rapat evaluasi SKPD lingkup Pemkab Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

RAPAT EVALUASI: Penjabat Bupati Loteng, Ibnu Salim dan Sekda Loteng, HL Supardan saat menggelar rapat evaluasi SKPD lingkup Pemkab Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Dana serapan dari Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat yang didapat tahun 2015 lalu sebesar Rp1,424 triliun, tercapai sebesar Rp1,409 triliun. Artinya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berhasil merealisasikan anggaran tersebut dalam bentuk program sebesar 98,98 persen.

‘’Dari sisi serapan, baik itu yang berasal dari kabupaten, provinsi dan pusat yang jumlahnya sebesar Rp1,577 triliun, terealisasi sebesar Rp1,564 triliun atau 99,26 persen,’’ kata Sekda Loteng, HL Supardan saat menggelar konferensi pers di ruang rapat utama kantor bupati Loteng, Kamis (07/1).

Supardan mengatakan, bila dibandingkan dengan serapan anggaran tahun 2014 lalu, serapan anggaran tahun 2015 ini sangat tinggi dan mengalami peningkatan. Dimana, pos pendapatan tersesar berasal dari BLUD RSU Praya, Dispenda dan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Loteng.

Sedangkan SKPD dengan capaian kinerja keuangan secara komulatif di atas 90 persen dengan kategori capaian sangat tinggi, diraih oleh 37 SKPD. Dari 37 SKPD tersebut, juga berasal dari Pemerintah Kecamatan. Capaian kinerja tinggi diraih oleh empat SKPD, capain kinerja sedang diraih oleh satu SKPD yakni RSUD Praya. ‘’Sedangkan yang capaiannya paling rendah yakni Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng,’’ ungkapnya.

Penjabat Bupati Loteng, Ibnu Salim mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat pimpinan bersama SKPD dan semua camat se-Loteng. Agenda rapat yang digelar yakni rapat kerja program kinerja 2015 dan program pelaksanaan tahun 2016 ini.

Pihaknya mengapresiasi terhadap pencapaian serapan program di tahun 2015 lalu yang sangat membanggakan bila dibandingkan tahun sebelumnya. ‘’Kami akui juga memang ada beberapa program 2015 yang tidak bisa diselesaikan diakhir tahun 2015 itu,’’ katanya.

Program yang tidak tuntas hingga akhir tahun itu, menurut Ibnu Salim, akan menjadi catatan penting. Dan bagi para kontraktor yang dipercayakan oleh pemerintah yang tidak bisa menyelesaikan proyek, mereka juga menjadi catatan penting pemerintah. Bahkan secara tegas pihaknya akan memblack lish perusahaan tersebut untuk tidak akan mendapatkan proyek di tahun 2016 ini.

‘’Tidak ada toleransi bagi perusahaan yang tidak bisa menuntaskan pekerjaannya. SKPD saya arahkan untuk tidak lagi menggunakan kontraktor itu,’’ ungkapnya.

Khusus untuk tahun 2016 ini, seluruh SKPD juga diarahkan pada triwulan pertama ini agar bisa segera menggelontorkan program mereka ke masyarakat. Karena pihaknya tidak mau lagi untuk menunda-nunda program yang ada di SKPD lingkup Pemkab Loteng. Hal ini penting, agar program tersebut bisa segera direalisasikan. Dan diharapkan agar semua SKPD juga intens untuk melakukan koordinasi.

‘’Begitu anggaran sudah bisa dicairkan, kami harapkan agar semua program SKPD bergerak cepat untuk melaksanakannya,’’ ujarnya.

Selain itu, kondusifitas keamanan juga menjadi lirikan penjabat bupati Loteng untuk bisa ditingkatkan tahun 2016 ini. Salah satu upaya untuk meningkatkan kondusifitas keamanan tersebut yakni dengan cara memfungsikan semua pos keamanan yang ada. Anggota Satpol PP juga nanti akan intens untuk diarahkan membantu aparat kepolisian untuk memback-up keamanan di semua wilayah. ‘’Kita akan lakukan pengamanan terpadu di semua pos keamanan yang ada,’’ jelasnya.

Tak hanya itu, masing-masing asisten juga diminta untuk melakukan monitoring SKPD yang menjadi lingkup kinerjanya. Dengan harapan, SKPD nanti bisa tertib administrasi pada semua program yang sedang dikelola. SKPD juga diminta untuk peka dan segera menanggapi isu yang berkembang di masyarakat.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply