Belum Ada Warga Loteng Masuk Aliran Gafatar

Kepala Bakesbangpoldagri Loteng, H Moh Suhardi. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Kepala Bakesbangpoldagri Loteng, H Moh Suhardi. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Kepala Bakesbangpoldagri Loteng, H Moh Suhardi. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Kasus Aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kini sudah menjadi perhatian semua pihak, baik di daerah maupun di tingkat nasional. Karena Aliran Gafatar ini dinyatakan sesat oleh pemerintah. Dan aliran tersebut diisukan sudah masuk ke hampir semua daerah di wilayah Indonesia. Khusus di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, sampai saat ini belum ada warga yang dikabarkan hilang atau masuk aliran Gafatar tersebut.

Kepala Bakesbangpoldagri Loteng, H Moh Suhardi mengatakan, untuk aliran Gafatar ini, sebenarnya sudah lama didengungkan yakni sejak 2013 lalu. Aliran Gafatar ini awalnya merupakan aksi sosial kepada masyarakat tertentu, dengan cara memberikan perhatian lebih kepada masyarakat tersebut, sehingga masyarakat itu bisa menjadi pengikutnya.

‘’Hingga saat ini, belum ada kita terima laporan dari warga di wilayah Loteng kalau ada anggota keluarganya hilang, dan masuk aliran Gafatar tersebut,’’ kata Suhardi kepada wartawan di kantornya, Kamis (14/1).

Kendati tidak ada warga Loteng yang dilaporkan masuk Aliran Gafatar itu, namun pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang ada di semua wilayah Kabupaten Loteng. Pihaknya juga mengimbau kepada semua masyarakat di daerah ini, bila melihat dan mendengar informasi berkaitan dengan Aliran Gafatar itu, agar segera dilaporkan kepada pihak terkait.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah, AKPB Nurodin yang dikonfirmasi terkait Aliran Gafatar ini mengatakan hal yang sama. Pihaknya belum menerima laporan tentang adanya warga Loteng yang hilang dan masuk aliran sesat tersebut.

‘’Pengawasan terhadap Aliran Gafatar ini, kami sudah lakukan jauh hari sebelumnya dengan melakukan penyelidikan melalui Bhabinkamtibmas yang ada di masing-masing desa di wilayah Kabupaten Loteng,’’ katanya.

Dan sampai hari ini, Kamis (14/1), belum ada warga Loteng yang dilaporkan hilang dan mengikuti aliran sesat tersebut. Pihaknya juga terus meningkatkan komunikasi dengan pihak terkait untuk mencarai informasi orang hilang, guna mengantisifasi masuknya Aliran Gafatar di wilayah Loteng. ‘’Jadi, belum ada warga Loteng yang masuk Aliaran Gafatar,’’ ungkapnya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.