Asisten II Setdakab Lotim Dibui

DITAHAN: Asisten II Setdakab Lotim, H Syarif Waliyullah bersama Kontraktor, H Supar saat ditahan oleh pihak Polres Lotim dalam kasus dugaan korupsi Dermaga Gili Kondo. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
DITAHAN: Asisten II Setdakab Lotim, H Syarif Waliyullah bersama Kontraktor, H Supar saat ditahan oleh pihak Polres Lotim dalam kasus dugaan korupsi Dermaga Gili Kondo. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
DITAHAN: Asisten II Setdakab Lotim, H Syarif Waliyullah bersama Kontraktor, H Supar saat ditahan oleh pihak Polres Lotim dalam kasus dugaan korupsi Dermaga Gili Kondo. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Asisten II Bidang Kesra Setdakab Lombok Timur, H Syarif Waliyullah masuk bui Polres Lotim, pada Kamis (11/2), sekitar pukul 17.00 Wita.

Penahanan Asisten II Setdakab Lotim tersebut setelah beberapa minggu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dermaga Gili Kondo, Kecamatan Sambelia, Lotim, pada tahun 2012 lalu, terutama saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lotim.

Selain Asisten II, juga yang ikut ditahan penyidik tipikor Polres Lotim adalah kontraktor selaku rekanan proyek, H Supar.

Asisten II Setdakab Lotim maupun kontraktor tersebut saat masuk ke sel tahanan Mapolres Lotim menggunakan baju tahanan, dan mendapatkan pengawalan dari penyidik Polres Lotim, serta didampingi oleh penasehat hukum bersama istri dan anaknya.

‘’Hari ini, kami menahan Asisten II Setdakab Lotim dan kontraktor, karena telah cukup bukti dan memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Haris Dinzah kepada wartawan di kantornya, Kamis (11/2).

Langkah selanjutnya, kata Haris, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Selong, terkait kasus yang menjerat Asisten II Setdakab Lotim bersama kontraktor proyek tersebut.

Penahanan pertama dilakukan selama 14 hari, untuk kemudian dilakukan perpanjangan sesuai aturan yang ada. Namun begitu, pihaknya tetap profesional dalam penanganan kasus korupsi ini tanpa adanya kepentingan lain di dalamnya.

‘’Kami memeriksa kedua tersangka sebelum dilakukan penahanan. Asisten II dalam kasus proyek itu sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah,’’ ungkapnya.

Sementara saat ditanya mengenai adanya tersangka lain dalam kasus proyek itu yang akan dibidik menjadi tersangka, Haris menegaskan, tidak menutup kemungkinan bisa bertambah tersangkanya, tergantung dari hasil pengembangan penyelidikan.

Asisten II Setdakab Lotim, H Syarif Waliyullah saat dimintai komentarnya dengan tegas mengatakan, dirinya tidak pernah menikmati uang proyek satu persen pun, karena dirinya merupakan korban dalam kasus proyek tersebut.

‘’Demi Allah, saya tidak pernah menikmati uang proyek yang menjerat saya ini hingga harus berurusan dengan hukum,’’ katanya.

Sedangkan sang kontraktor, H Supar tidak berani memberikan komentar. Tapi justru terlihat tertunduk sambil melangkah menuju sel tahanan Mapolres Lotim.

Sementara itu, Kuasa Hukum Asisten II Setdakab Lotim, H Syarif Waliyullah, yakni M Ihwan dan Ardany Zulfikar mengatakan, kliennya ini tidak bersalah dalam kasus proyek tersebut, dan nanti akan dibuktikan di pengadilan. Kendati demikian, kliennya sampai ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan, menurutnya ini tentu merupakan proses hukum yang harus dijalani.

Adapun mengenai masalah penangguhan penahanan, pihaknya masih sedang mengurusnya dan melakukan koordinasi dengan pihak keluarganya, sehingga ia berharap permohonannya ini bisa dikabulkan.

‘’Saya yakin klien kami tidak bersalah dalam kasus ini, melainkan jadi korban yang harus diterimanya. Dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, kliennya tidak pernah menerima uang satu persen pun dari proyek tersebut,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.