Menteri Marwan Ingatkan Jangan Kutip Dana Desa

166
Menteri Desa, PDTT, Marwan Jafar saat memberikan bantuan ke sejumlah kepala desa yang ada di Kabupaten Bekasi, Jabar.
Menteri Desa, PDTT, Marwan Jafar saat memberikan bantuan ke sejumlah kepala desa yang ada di Kabupaten Bekasi, Jabar.
Menteri Desa, PDTT, Marwan Jafar saat memberikan bantuan ke sejumlah kepala desa yang ada di Kabupaten Bekasi, Jabar.

BEKASI, Lomboktoday.co.id – Program dana desa yang mulai digulirkan tahun 2015 lalu, realisasinya memang sudah lancar ke desa-desa seluruh Indonesia.

Tapi sayangnya, ternyata masih ada saja oknum di desa dan kecamatan yang menjadikan kesempatan itu untuk menguntungkan kepentingan pribadi. Padahal, sejak awal sudah diingatkan, dana desa tersebut tidak boleh dikutip oleh oknum aparat di daerah dengan alasan apapun.

‘’Saya ingatkan kembali, jangan sama sekali mengutip sedikit pun dana desa. Ingat pak camat, kepala desa, juga aparat kabupaten, jangan dikutip ya dana desa. Itu melanggar hukum. Masyarakat desa kalau ada yang mengetahui kutipan, lapor ke saya,’’ kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Marwan Jafar saat  menemui ratusan kepala desa se-Kabupaten Bekasi, Rabu (17/2).

Pertemuan yang digelar di Sekretariat Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Menteri pertama mengurusi desa ini mengatakan, agar masyarakat mengawasi penggunaan dana desa supaya  tepat sasaran. Bila perlu, tempel di tempat-tempat umum, rencana penggunaan dana desa tersebut.

Dengan menempelkan pengumuman rencana penggunaan dana desa itu, kata Menteri Marwan, supaya terjadi proses akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pemanfaatan dana desa di wilayahnya. ‘’Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi. Ini tidak main-main. Masyarakat sangat mengharapkan ada transparansi. Sekali lagi, tolong diawasi,’’ ungkapnya disahuti setuju oleh seluruh kepala desa yang hadir.

Pertemuan yang juga dihadiri Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja, Menteri Marwan mengingatkan, pekerjaan yang bersumber dari dana desa, jangan sama sekali dikontrak kepada perusahaan. ‘’Harus dikerjakan juga oleh masyarakat atau padat karya. Bila perlu, bahan-bahan yang dibeli berasal dari desa setempat. Misalnya semen, pasir atau batu bata. Kecuali barang-barang kebutuhannya adanya di kota,’’ ujarnya.

Hal yang disampaikan ini, semata-mata untuk mengingatkan. Karena suatu saat ini, dirinya pasti akan blusukan melihat langsung pekerjaannya. Apakah hasil dan pengelolaan dana desa itu sudah sesuai dengan arahan atau tidak. Dan jangan dianggap remeh soal blusukan. Ini sudah menjadi talent semua menteri pemerintahan sekarang ini.(ar/win/des/ers/ltd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here