Senator RI Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Senator RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) NTB, H Lalu Suhaimi Ismy melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Kamal NW Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (26/2), dengan melibatkan para guru dan masyarakat setempat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, HL Suhaimi Ismy mengatakan, dunia ini semakin terbuka dan global. Terlebih, dengan masuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), membuat Negara ini menjadi semakin terbuka. Kalau sudah terbuka, tentu segala faham, idiologi dan upaya lain, akan masuk ke Negara ini.

“Jika tidak cerdas menghadapi ekonomi global, berbagai macam hal akan bisa menjadi celah masuk untuk memporak-porandakan negara,” katanya.

Lewat kemiskinan dinilainya bisa menjadi pintu masuk strategis, propaganda Negara luar memecah belah bangsa. Termasuk, melalui dunia kesehatan dan pendidikan, serta paling strategis lagi dengan memanfaatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang mendapatkan suntikan dana dari luar negeri. Karena itu, masyarakat Indonesia yang hydrogen ini, dianggapnya penting terus dibekali dan dimantapkan, serta dibentengi dengan empat pilar kebangsaan.

“Khawatirnya kita, kemajemukan bangsa ini dijadikan alat memecah belah persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Di tengah dunia semakin terbuka, Indonesia juga dihadapkan satu tantangan besar. Satu dari semua tantangan itu, upaya komunis memecah belah negeri dengan segala macam upaya. Penanaman perilaku dalam kehidupan yang tercantum dalam Pancasila, salah satu cara mengcanter upaya komunis memecah belah Negara ini.

“Negara kita seperti ini, karena seringnya UU 1945 di amandemen,” ujarnya seraya lebih memilih UU 1945 itu untuk tidk diotak-atik. Kalau ada yang belum diakomodir, kenapa tidak buat UU baru saja agar UU 1945 tetap utuh.

Sejak reformasi, kata Senator yang akrab di sapa Abah Emy ini, keberadaan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang dicetuskan mantan Presiden Soeharto, tidak digunakan lagi. Namun, kini pemerintah mulai mengakui pentingnya GBHN itu, agar Negara lebih terarah. Sebab, dalam GBHN tersebut, mengatur batasan-batasan dan program jangka pendek, menengah dan panjang.

“Yang terpenting, persatuan dan kesatuan adalah kata kunci. Jangan mudah tercerai-berai,” imbuhnya.

Lebih jauh diungkapkan Suhaimi, sosialisasi empat pilar tidak saja dilakukan secara khusus. Tapi, setiap pertemuan reses dan sebagainya, selalu diselipkan. Bagaimana pun, ia tak ingin masyarakat kebablasan, sehingga mudah terprofokasi dan terpecah belah.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau para guru dan masyarakat setempat, tidak mudah terprofokasi dan tidak mendengar doktrin yang bisa membawa perpecahan. Sehingga, stabilitas keamanan tetap terjaga dan kondusif.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.