Akademisi Bima Berkumpul di Jogja, Rumuskan Kemajuan Daerah

Anggota DPD RI dari Dapil NTB, Farouk Muhammad (dua dari kiri) saat menghadiri acara yang diadakan oleh Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (Pusmaja) Mbojo-Yogyakarta dalam dialog publik bertema “Peran DPD RI dalam Mendorong Pembangunan Daerah dan Mewujudkan Smart City Bima Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, di Aula Kantor DPD RI perwakilan DI Yogyakarta, Sabtu (27/2).
Anggota DPD RI dari Dapil NTB, Farouk Muhammad (dua dari kiri) saat menghadiri acara yang diadakan oleh Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (Pusmaja) Mbojo-Yogyakarta dalam dialog publik bertema “Peran DPD RI dalam Mendorong Pembangunan Daerah dan Mewujudkan Smart City Bima Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, di Aula Kantor DPD RI perwakilan DI Yogyakarta, Sabtu (27/2).
Anggota DPD RI dari Dapil NTB, Farouk Muhammad (dua dari kiri) saat menghadiri acara yang diadakan oleh Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (Pusmaja) Mbojo-Yogyakarta dalam dialog publik bertema “Peran DPD RI dalam Mendorong Pembangunan Daerah dan Mewujudkan Smart City Bima Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, di Aula Kantor DPD RI perwakilan DI Yogyakarta, Sabtu (27/2).

JAKARTA, Lomboktoday.co.id – Smart City tidak harus dibangun oleh pemerintah, melainkan bisa juga dilakukan masyarakat biasa. Karena masyarakat cerdas merupakan tanggungjawab dari semua elemen yang ada. Selain itu, Pembangunan dan pengambilan keputusan, seharusnya tidak hanya terpusat di Pemerintah Pusat, tapi juga bisa berasal dari inisiatif dan partisipasi daerah, karenanya penting menguatkan posisi perwakilan dari tiap daerah.

‘’Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) umumnya dan Bima khususnya, sepanjang tahun 2015 masih bisa tumbuh di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional. Faktor pendorong utama salahsatunya karena Pariwisata yang masih tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu, kedepan perlu kebijakan terpadu dan terintegrasi antar sektor, dalam pengembangan Pariwisata. Smart city dapat menjadi solusi jitu,’’ kata Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan NTB, Farouk Muhammad di dalam acara yang diadakan oleh Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (Pusmaja) Mbojo-Yogyakarta dalam dialog publik bertema “Peran DPD RI dalam Mendorong Pembangunan Daerah dan Mewujudkan Smart City Bima Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, di Aula Kantor DPD RI perwakilan DI Yogyakarta, Sabtu (27/2).

Hadir juga dalam acara tersebut, Prof Dr dr Salam, tenaga ahli Lemhannas, HA Hafidh Asrom, anggota DPD RI perwakilan DIY, selain itu, hadir juga para sesepuh Mbojo Yogyakarta yakni, dr Sitti Noor Zaenab, dr Sitti Aisyah Sahidu, dan lainnya.

Acara tersebut dihadiri oleh 160 peserta yang terdiri dari Mahasiswa Sarjana, Magister dan Doktoral yang berasal dari mayoritas mahasiswa Mbojo yang berada di Yogyakarta, selain mahasiswa Mbojo dihadiri juga oleh mahasiswa Lombok, dan luar NTB.

Farouk dalam kesempatan itu juga memaparkan berbagai dukungan DPD RI dalam mendukung kemajuan daerah NTB. Diantaranya; akan memperjuangkan pembangunan dan perbaikan jalan untuk Jalan Nasional, Jalan Objek Wisata dan Jalan Strategis.

Produk andalan dana Mbojo yang diprogram oleh pemerintah adalah Bawang dan Jagung. DPD RI juga telah meminta pemerintah mendukung penuh untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dengan menyalurkan bantuan-bantuan alisintan seperti traktor, mesin menanam padi dan lainnya. Serta diharapkan adanya inovasi-inovasi dari para peneliti khususnya di bidang pertanian, sehingga hasil pertanian semakin meningkat, tidak cepat busuk.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Aditia AN Salam, Pakar Smart City dari Bima memaparkan, untuk membangun Smart City yang diutamakan adalah pembentukan Smart People terlebih dahulu atau pembentukan karakter dari sumber daya manusianya, dan smart governance alias tata kelola pemerintahannya.

Sementara untuk pemanfaatan teknologi dan informasi dimaksudkan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada.

‘’Diharapkan pelayanan kepada warga Bima bisa lebih efektif dan efisien. Dengan tujuan untuk menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien yang pada akhirnya pelayanan kepada warga akan lebih maksimal,’’ pungkasnya.(ar/fm/ltd)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.