Ribuan Manusia Tumpah Ruah di Arena Bau Nyale

‘’Kerjasama Humas dan Protokol Setdakab Loteng dengan Lomboktoday.co.id’’

BAU NYALE: Suasana masyarakat yang sedang melakukan kegiatan Bau Nyale di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng, NTB. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

BAU NYALE: Suasana masyarakat yang sedang melakukan kegiatan Bau Nyale di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng, NTB. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Ribuan masyarakat (manusia) dari berbagai penjuru daerah dan sejumlah wisatawan asing, tumpah ruah dalam acara Pesona Bau Nyale 2016 yang diselanggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng, Minggu dini hari (28/2), sekitar pukul 04.00 Wita.

Masyarakat turun ke laut sebelum matahari terbit dengan membawa senter, sorok, dan ember untuk mencari dan menangkap cacing laut (Bau Nyale) yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika. Cacing yang berhasil ditangkap oleh masyarakat itu, kemudian dibawa pulang untuk dimasak sebagai lauk. Dan ada juga masyarakat yang memakan cacing tersebut secara mentah, karena dipercaya mengadung gizi untuk kesehatan.

Pesona Bau Nyale ini merupakan Legenda Putri Mandalika yang memilik wajah cantik dan budi pekerti yang baik. Sehingga, Putri Mandalika menjadi rebutan dari para pangeran-pangeran kerajaan, untuk dijadikan sebagai istrinya. Tapi, sang Putri Mandalika tidak ingin ada pertumpahan darah antara pangeran yang ingin merebutnya. Sehingga ia rela mengorbankan dirinya untuk orang banyak, dengan menceburkan diri ke laut. Dan sang Putri Mandalika akan menjelma menjadi Nyale (Cacing) yang akan keluar setiap pada tanggal 20 bulan 10 Penanggalan Sasak.

Sebelum masyarakat turun ke laut untuk menangkap Putri Mandalika (Bau Nyale), terlebih dahulu para pemangku adat melakukan ritual dan berbalas pantun dengan menggunakan bahasa Sasak untuk menyambut kedatangan Putri Mandalika yang berupa cacing. Setelah selesai ritual, barulah masyarakat mulai turun ke laut untuk mencari jelmaan dari Putri Mandalika.

Untuk mendukung dan memeriahkan kegiatan Pesona Bau Nyale 2016 tersebut, Pemkab Loteng dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Loteng, HM Suhaili FT-Lalu Pathul Bahri mengudang Grup Band Gigi, Caca Handika, Dayu AG, dan artis lokal lainnya.

Selain itu, Pemkab Loteng juga menggelar berbagai kegiatan. Diantaranya; presean, pemilihan Putri Mandalika, pentas seni dan budaya, karnaval Putri Mandalika, dan drama kolosal Legenda Putri Mandalika.

Dalam sambutannya, Bupati Loteng, HM Suhaili FT mengucapkan kepada semua jajaran pelayan masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan kegiatan Pesona Bau Nyale yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan menjadi tradisi tahunan masyarakat di Bumi Tatas Tuhu Trasna ini. Semoga kegiatan Pesona Bau Nyale ini bisa dijadikan ajang untuk mempromosikan dan memajukan pariwisata di Kabupaten Loteng.

Fokus pembangun Kabupaten Loteng, katanya, selain di bidang pertanian dan agro dalam ikhtiar mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah di bidang pariwisata. Sehingga, Festival Pesona Bau Nyale ini dijadikan sebagai wahana untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Loteng. Juga sebagai wahana untuk berlibur masyarakat sekali dalam setahun.

Kegiatan Festival Pesona Bau Nyale ini, juga sebagai magnet menarik kunjungan wisata ke Loteng dan Provinsi NTB pada umumnya.

Karena itu, kedepannya diharapkan semua pihak untuk bersama-sama bersinergi, baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk mensukseskan kegiatan Pesona Bau Nyale tersebut.(ROS)

1 Komentar

  1. Khairul Lutfi LutfiWednesday, 30 March 2016 at 01:47Reply

    melakukan kegiatan tersebut melestarikan dari tradisin pesta baunyale.

Leave a Reply