Bali Diserbu 6.000 Peserta Interhash 2016

JAKARTA, Lomboktoday.co.id – Lagi-lagi Pulau Bali bakal kedatangan banyak tamu spesial. Daerah yang biasa dijuluki Pulau Dewata itu, akan kedatangan tamu dari perhelatan Interhash yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2016 mendatang.

‘’Direncanakan peserta hanya 5.000 wisatawan, tapi di luar dugaan, yang sudah mendaftar sampai 6.000. Kami akan sambut mereka,’’ kata Asisten Deputi Wisata Alam dan Buatan Kemenpar, Azwir Malaon, di Jakarta, Senin (29/2).

Menariknya, kata Azwir, para wisatawan mancanegara yang akan datang ke Indonesia itu, merupakan manusia strata atas dalam hal ini memiliki finansial yang lumayan kuat.

‘’Mereka adalah wisatawan spesial, karena secara finansial di atas rata-rata, namun sangat hobi wisata alam yang digabungkan dengan olahraga,’’ ungkapnya.

Interhash adalah Bali Internasional Hash House Harriers (Interhash). Merupakan salah satu acara internasional yang berpotensi mendatangkan wisatawan. Harapan dari pelaksanaan event ini, peserta dapat bercerita di negeri mereka tentang pengalamannya mengunjungi Bali. Interhash merupakan komunitas pencinta alam (hasher) yang beranggotakan lebih dari 100 negara di dunia dan sudah diselenggarakan sejak 1978 silam.

Tahun 2016 ini adalah penyelenggaraan ke-21 dan diikuti pehobi lari lintas alam dari 100 negara. ‘’Event ini rutin digelar setiap dua tahun sekali dengan skala internasional dan lokasinya berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, dan siapa tuan rumahnya ditentukan lewat bidding tahun lalu di Tiongkok, dan Bali memenangkan bidding tersebut,’’ ujarnya.

Maka dari itu, pihak Kemenpar langsung bergerak cepat melakukan persiapan kendari event tersebut baru akan dilaksanakan pada bulan Mei. ‘’Kami saat ini sedang intens melakukan koordinasi di 5 kabupaten atau kota di Bali, agar pelaksanaaan bisa berjalan lancer,’’ jelasnya.

Saat koordinasi nanti, juga akan ditentukan ke mana saja arah mereka bergerak. Yang pasti, akan dilaksanakan ke seluruh Bali dan akan menyambangi seluruh pulau terindah di Indonesia itu.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya sering mengkategorikan, olahraga atau sport tourism itu masuk dalam kategori event man made. Mereka datang, atau tertarik untuk datang ke Indonesia, bukan karena faktor budaya (culture) atau alam (nature). Tapi mereka datang karena event yang dibuat, dengan title Interhash tersebut.

‘’Bisa jadi mereka masuk melalui event seperti MICE, sport tourism, showbiz, dan lainnya, begitu mengenal Indonesia lebih banyak, mereka akan datang lagi dalam tema yang berbeda,’’ kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.(ar/par/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.