Proyek Bronjong di Pringgasela Timur Ambruk

AMBRUK: Proyek Bronjong yang ambruk dihantam derasnya air sungai aliran Koko Blimbing di wilayah Desa Pringgasela Timur. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
AMBRUK: Proyek Bronjong yang ambruk dihantam derasnya air sungai aliran Koko Blimbing di wilayah Desa Pringgasela Timur. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Proyek bronjong jembatan di Desa Pringgasela Timur, Kecamatan PringgaselaLotim,  ambruk dihantam air, akibat hujan deras dan besarnya arus air yang mengalir di sungai aliran sungai Belimbing, pada Minggu siang (28/2).

Selain itu, tanahnya yang labil juga menyebabkan ambruknya proyek Bronjong yang dikerjakan pada tahun 2015 lalu.

Akibat dari ambruknya proyek Bronjong tersebut, membuat terganggunya saluran air yang masuk ke persawahan warga. Terutama di tiga kecamatan yakni Pringgasela, Aikmel dan Suralaga.

Kepala Desa Pringgasela Timur, M Sabri saat kejadian langsung melihat kondisi Bronjong yang rusak tersebut bersama warganya. Karena khawatir Bronjong yang ambruk itu akan tergerus air sungai yang begitu besar.

“Kalau sungai ini rusak, maka tentu berpengaruh terhadap lahan pertanian warga yang ada di tiga kecamatan,” kata Kades Pringgesela Timur, M Sabri kepada Lomboktoday.co.id, di Selong, Lotim, Senin (29/2).

Sabri mengatakan, proyek itu berasal dari Badan Lingkungan Hidup dan Penamanan Modal (BLHPM) Lotim tahun 2015 lalu, dan baru jadi sekitar delapan bulan lalu.

Mengenai berapa biayanya,  pihaknya mengaku tidak mengetahuinya. Yang jelas, saat proyek dikerjakan, masyarakat ramai-ramai membantunya. Namun yang jadi permasalahan sekarang ini, kenapa Bronjong itu bisa ambruk, padahal belum lama rampungnya.

“Kami minta kepada pemerintah daerah untuk segera memperbaikinya, karena ini adalah satu-satunya aliran sungai yang selama ini digunakan warga untuk mengairi sawahnya. Kalau kuat pemasangannya, maka tentu tidak akan seperti ini,” ungkapnya. (SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *