NTB Alami Deflasi 0,02 Persen

2 minutes reading
Tuesday, 1 Mar 2016 12:07 0 209 Editor

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,02 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,48 pada Januari 2016 menjadi 123,45 pada Februari 2016.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, H Wahyuddin mengatakan, deflasi ini terjadi karena adanya penurunan indeks pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Sebesar 0,49 persen dan Kelompok Bahan Makanan sebeaar 0,23 persen.

Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Sandang sebesar 0,74 persen; Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,46 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,24 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,20 persen, dan Kelompok Kesehatan sebesar 0,19 persen.

“Jika dirinci menurut kota-kota IHK di NTB, pada Februari 2016, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi di Kota Mataram adalah Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,15 persen, dan Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,11 persen,” kata Wahyuddin saat realase di kantornya, Selasa (01/3).

Sedangkan kelompok yang memberikan sumbangan inflasi adalah Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,08 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,03 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,02 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,01 persen; dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,00 persen.

Sementara Kota Bima, lanjut Wahyuddin mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Adapun kelompok yang memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,07 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,04 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,03 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,01 persen; dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,01 persen.

“Di Kota Bima, kelompok yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,19 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,10 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,07 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,04 persen; Kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,04 persen, dan Kelompok Kesehatan sebesar 0,00 persen,” ungkapnya sembari mengatakan, sisanya adalah kelompok yang memberikan sumbangan deflasi yaitu Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,06 persen.(ar)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA