Tiga Desa di Lotim Diterjang Banjir Bandang

219
BANJIR: Banjir bandang menerjang warga di tiga desa pada dua kecamatan di Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
BANJIR: Banjir bandang menerjang warga di tiga desa pada dua kecamatan di Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
BANJIR: Banjir bandang menerjang warga di tiga desa pada dua kecamatan di Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Tiga desa yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Lombok Timur diterjang banjir bandang, Selasa siang (01/3). Ketiga desa tersebut, diantaranya; Desa Perigi, Kecamatan Suela, Desa Seruni Mumbul dan Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya.

Akibat dari banjir bandang itu, puluhan rumah warga terendam setinggi pinggang orang dewasa. Dan beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang tersebut. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim bersama anggota TNI dan Polri serta masyarakat, terus berusaha keras memberikan pertolongan.

Kepala Bidang Kesiagaan dan Tanggap Darurat BPBD Lotim, M Takdir Ilahi saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya musibah banjir bandang di wilayah Perigi, Labuhan Lombok dan Seruni Mumbul. Dan menggenangi puluhan rumah warga, tapi tidak sampai ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Asal mula dari banjir bandang di dua desa itu, yakni dari Bukit Perigi atau bukit durian. Kemudian mengalir ke bawah, sehingga sampai ke dua desa tersebut, dan terlebih dahulu terkena di Desa Periginya.

‘’Banjir terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi di atas bukit durian tersebut. Sampai saat ini, belum ada yang dievakuasi akibat musibah tersebut,’’ katanya.

Takdir menjelaskan, untuk banjir yang ada di Desa Perigi disebabkan karena luapan air dari tiga sungai yakni Saik, Tibu Paku dan Batu yang naik ke jalan, karena banyaknya batang pohon di sungai, sehingga menyebabkan sungai menjadi tersumbat.

Kemudian masuk ke rumah penduduk dan menggenanginya, tapi dengan usaha dan gotong royong bersama, akhirnya banjir di Perigi mampu ditangani, sehingga kondisi air ke pemukiman penduduk sudah menurun.

‘’Sekarang kita fokus masalah banjir di Seruni Mumbul dan Labuhan Lombok yang airnya datang dari atas bukit durian,’’ ungkapnya.(SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here