Tinggi Kasus KDRT dan Kekerasan pada Anak di Lotim

Kepala Bidang TP2P2A BPPKB Lombok Timur, Bq Farida Ariyani. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
Kepala Bidang TP2P2A BPPKB Lombok Timur, Bq Farida Ariyani. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kasus kekerasan pada anak di Lombok Timur yang ditangani pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Kabupaten Lombok Timur cukup tinggi.

Data yang tercatat di P2TP2A, untuk kasus KDRT tahun 2015, tercatat sebanyak 191 kasus. Dalam kasus ini, yang mendominasi yaitu kasus pemukulan sebanyak 36 kasus, penganiayaan 24 kasus, pelecehan seksual 13 kasus, dan pemerkosaan enam kasus.

Sedangkan untuk kasus kekerasan pada anak, sebanyak 101 kasus, untuk kasus pemukulan tercatat 21 kasus, penganiayaan 21 kasus, pelecehan seksual 23 kasus, dan pemerkosaan 15 kasus.

‘’Untuk kasus KDRT dan kekerasan pada anak, memang tinggi di Lotim,’’ kata Kepala Bidang TP2P2A BPPKB Lombok Timur, Bq Farida Ariyani, Rabu (02/3).

Masih banyak kasus KDRT dan kekerasan pada anak ini, kata Farida, hanya saja banyak yang tidak dilaporkan. ‘’Terhadap kasus yang dilaporkan pun, banyak tidak sampai ke meja hijau. Karena ada perdamaian sebelum kasusnya, dilimpahkan ke kejaksaan,’’ ungkapnya.

Itu khusus pada kasus KDRT, beda dengan kasus kekerasan pada anak, hampir semua tuntas di pengadilan.
‘’Berbagai sosialiasi telah dilakukan untuk menekan tingginya angka kasus ini, masih saja ada yang terjadi. Seperti melakukan kerjasama dengan Kementerian Agama, para tuan guru dan lembaga pendidikan,’’ ujarnya.

Tingginya kasus kekerasan ini, tidak lepas dari imbas perkembangan teknologi yang makin tinggi. Tidak ada benteng untuk mencegah perkembangan tersebut, seperti dengan membentengi masyarakat melalui pendidikan moral. ‘’Perkembangan arus globalisasi ini belum bisa tertangani dengan baik,’’ tukasnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *