Gubernur NTB Buka Pencanangan PIN 2016

IMUNISASI: Gubernur NTB saat penetesan pertama imunisasi polio kepada Azzadina Johara Zainul Majdi. Dilanjutkan dengan penetesan imunisasi polio kepada 7 perwakilan balita.
IMUNISASI: Gubernur NTB saat penetesan pertama imunisasi polio kepada Azzadina Johara Zainul Majdi. Dilanjutkan dengan penetesan imunisasi polio kepada 7 perwakilan balita.
IMUNISASI: Gubernur NTB saat penetesan pertama imunisasi polio kepada Azzadina Johara Zainul Majdi. Dilanjutkan dengan penetesan imunisasi polio kepada 7 perwakilan balita.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi membuka pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016, di pendopo gubernur NTB, Selasa (08/3). ‘’Mengimunisasi anak adalah kewajiban orangtua dan bagian dari bangsa dalam menyiapkan masa depan anak-anak atau generasi muda kita,’’ kata Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat membuka acara Pencanangan PIN tahun 2016, di pendopo gubernur NTB.

PIN yang akan dilaksanakan selama sepekan, mulai 8-15 Maret 2015 ini, dihadiri oleh Wagub NTB, H Muh Amin, kepala SKPD dan anggota FKPD lingkup Pemprov NTB, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj Erica Zainul Majdi, dan Ketua BKOW Provinsi NTB, Hj Syamsiah Muh Amin.

Gubernur menyampaikan, manusia terbaik adalah manusia yang memberikan kontribusi maksimal untuk manusia lain dan memberikan kontribusi untuk kebaikan bangsa dan negara. Oleh karena itu, pencanangan PIN pagi hari ini merupakan bentuk kontribusi menciptakan generasi muda yang berkualitas.

‘’Agama mengajarkan kepada kita untuk menyiapkan seluruh hal yang terbaik untuk anak-anak kita di masa yang akan dating. Agama juga mengajarkan kita untuk menyiapkan tindakan preventif, sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat merusak potensi mereka,’’ ungkapnya.

Ia juga menambahkan, Allah SWT tidak pernah menurunkan suatu penyakit kecuali telah menyiapkan obat untuk menyembuhkannya, serta Allah SWT mendidik manusia untuk selalu melakukan yang terbaik, terutama dalam hal membangun bangsa dan daerah.

‘’Oleh karena itu, Pencanangan PIN ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun daerah NTB yang lebih baik di masa mendatang,’’ ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, orang nomor satu di NTB itu mengajak kepada pihak-pihak terkait yang hadir untuk menyerukan seluruh warga masyarakat agar tidak lupa membawa anak yang berumur 0-59 bulan untuk imunisasi polio.

‘’Salah satu tugas orangtua adalah memberikan hak anak, salah satunya hak kesehatan. Alhamdulillah dengan kerja sama dari berbagai stakeholders, kita dapat melaksanakan PIN ini,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, drg Eka Junaidi selaku ketua panitia melaporkan, PIN dilaksanakan berdasarkan kesepakatan World Health Assembly tahun 2012, agar pada tahun 2020 mendatang seluruh dunia dapat terbebas dari polio.

Sasaran PIN di Provinsi NTB sebanyak 462.057 anak dengan kebutuhan vaksin sebanyak 30.375 vial dan pos PIN yang disiapkan di seluruh NTB sebanyak 6.902 pos PIN, baik di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta yang nantinya akan dilayani oleh 21.555 orang kader.

‘’Semua kegiatan PIN di Provinsi NTB didukung oleh APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2016, serta dukungan APBN Kementerian Kesehatan tahun 2016. Seluruh vaksin polio yang digunakan pada PIN tahun ini sepenuhnya disiapkan oleh Kementerian Kesehatan RI,’’ katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj Erica Zainul Majdi mengatakan, PIN tahun 2016 ini menargetkan 95% anak yang harus diimunisasi polio.

‘’Saya juga menginstruksikan kader TP PKK untuk proaktif mengecek bayi yang belum imunisasi polio dan mengajak bayi tersebut untuk segera diimunisasi,’’ katanya.

Ia juga mengatakan, balita yang terkena penyakit polio tidak dapat disembuhkan. Karenanya, pencegahan dengan imunisasi polio penting dilakukan agar anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak NTB terbebas dari penyakit polio.

Serangkaian acara tersebut, Gubernur NTB melakukan pencanangan pertama yang ditandai dengan penetesan pertama imunisasi polio kepada Azzadina Johara Zainul Majdi. Dilanjutkan dengan penetesan imunisasi polio kepada 7 perwakilan balita.(ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.