Rekomendasi Pansus Pendidikan DPRD Lotim Tak Ada Kabar

Ketua SMS Lotim, Sayadi. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Ketua SMS Lotim, Sayadi. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Ketua SMS Lotim, Sayadi. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lotim masalah pendidikan di Lotim, sampai saat ini tidak ada kabarnya. Padahal, rekomendasi itu sudah jelas ada persoalan hukum yang harus segera ditindaklanjuti oleh kejaksaan dan kepolisian.

‘’Sampai saat ini, hasil Pansus Pendidikan tidak ada kabarnya, sehingga ini menjadi pertanyaan kita semua,’’ kata Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS) Lotim, Sayadi kepada Lomboktoday.co.id, di kantor DPRD Lotim, Kamis (10/3).

Padahal di lapangan, kata Sayadi, pendidikan di Lotim terjadi masalah mengenai masalah Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diduga ada yang tidak beres dan syarat penyimpangan. Termasuk persoalan pembangunan SDN 7 Terara. Tapi, sangat disayangkan, kenapa rekomendasi itu ditujukan kepada Bupati Lotim, HM Ali BD. Yang mestinya harus ditujukan kepada aparat penegak hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan agar segera ditindaklanjuti, karena hal ini ada indikasi pelanggaran hukum.

‘’Pansus Pendidikan itu hanya menghabis-habiskan uang rakyat saja, tapi toh hasilnya tidak ada tindaklanjutnya,’’ ungkap Sayadi.

Di tempat terpisah, Mantan Ketua Pansus DPRD Lotim, HL Hasan Rahman yang juga Ketua Komisi II Bidang Pendidikan DPRD Lotim mengatakan, pihaknya sudah menjalankan tugasnya sebagai pansus dengan memberikan rekomendasi sebagaimana yang ditemukan di lapangan.

‘’Hasilnya itu sudah kami serahkan ke bupati dan ditembuskan ke kepolisian dan kejaksaan untuk ditindaklanjuti,’’ kata Hasan Rahman.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.