GMAK Desak KPK Lidik dan Sidik Kasus Dugaan Korupsi di KSB

KSB, Lomboktoday.co.id – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi yang terjadi di wilayah KSB.

Desakan itu disampaikan Ketua GMAK Sumbawa Barat, Joy Agusti H Bachtiar didampingi Anggota Dewan Penasehat GMAK Sumbawa Barat, M Yusuf Amaulah dalam siaran pers yang dikirim ke Redaksi Lomboktoday.co.id, Sabtu (12/3).

Joy Agusti H Bachtiar mengatakan, Kabupaten Sumbawa Barat yang mottoya Peradaban Fitrah, wajib Clean and Clear dari kasus penyimpangan keuangan daerah. Untuk hal tersebut, maka Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) Kabupaten Sumbawa Barat, memandang perlu mengeluarkan pernyataan sikap terkini. Diantaranya; kasus dugaan bantuan social (Bansos) fiktif yang jumlahnya Rp69 miliar, wajib diklarifikasi oleh Musyafirin, mantan Sekda KSB sekaligus Ketua Team Anggaran Pemerintah Daerah.

Pengangkatan pegawai tidak tetap (PTT) lewat SK-nya yang ditandatangani oleh Musyafirin. Hal ini dinilai telah melanggar regulasi dan mengakibatkan pengeluaran keuangan daerah sejumlah Rp2,5 miliar. ‘’Ini juga harus diklarifikasi segera,’’ ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Joy Agusti H Bachtiar, pelelangan mobil dinas yang belum saatnya sesuai aturan regulasi, sehingga mengakibatkan penyimpangan aset daerah, juga wajib diklarifikasi secara tuntas.

‘’Sebagai pilar demokrasi yang berada pada garda terdepan dalam pemberantasan korupsi di KSB, kami akan tetap konsisten serta mendesak KPK agar segera melakukan proses penyelidikan dan penyidikan 3 (tiga) case tersebut secara cepat dan transparan. Karena, hal ini sudah masuk dalam kategori kasus korupsi kelas kakap di wilayah KSB,’’ ujarnya.(ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.