Sopir Taksi Eksekutif Gigit Jari

JAKARTA, Lomboktoday.co.id – Para sopir taksi di wilayah DKI Jakarta terus mengeluh. Mereka mengeluh lantaran saat ini semakin banyaknya bergentayangan taksi online, grab, dan uber. Lebih-lebih mereka memasang tarif yang sangat rendah.

Akibat dari hal tersebut, tentu berdampak terhadap pendapatan taksi resmi. Seperti taksi Blue Bird, Ekspress, Eksekutif, dan taksi resmi lainnya.

Salah seorang sopir taksi Eksekutif, Solikin kepada Lomboktoday.co.id, di  Terminal Rawamangun Jakarta mengatakan, sejak mulainya taksi online beroperasi tiga bulan lalu, mengakibatkan pendapatan berkurang. Setidaknya, penurunannya hampir 75 persen.

“Kalau penurunannya sampai 50 persen, mungkin imbang. Tapi, ini sudah mencapai 75 persen. Bagi kami ini angka penurunan yang sangat drastis,” kata Ikin, begitu Solikin biasa dipanggil.

Sopir Taksi Eksekutif yang setiap hari mangkal di Terminal Rawamangun ini mendesak pihak pemerintah daerah untuk segera bersikap guna menertibkan taksi online yang notabene tidak jelas legalitas formalnya.

“Yang jelas, taksi online ini kita anggap illegal karena belum mempunyai ijin beroperadi dari Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

Karena itu, persoalan ini jangan dibiarkan terus berlarut-larut. Itu sebabnya, Organda (Taksi resmi, angkot, bajai, mikrolet, metro mini) berencana akan melakukan aksi mogok beroperasi, pada Selasa (22/3). Para sopir ini akan berkumpul di Jalan MH Thamrin melakukan long march menuju Istana Negara.

“Semoga Pak Presiden nanti bisa segera mengakomodir aspirasi kami,” ujarnya.(ar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.