Imigrasi Mataram Tangkap Warga Myanmar

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Imigrasi kelas 1 Mataram berhasil menangkap salah seorang warga negara asing (WNA) Myanmar, Sayed Ahmad Bin Sultan Ahmad. Dia ditangkap saat hendak membuat paspor.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari petugas Lantaskim bahwa ada warna negara diduga asing sedang mengurus paspor di kantor Imigrasi kelas 1 Mataram pada tanggal 15 Maret 2016. Saat proses wawancara, yang bersangkutan sulit berkomunikasi layaknya warga Indoensia dan menggunakan berbahasa daerah yang meragukan,” kata Agung Wibowo, Kepala Seksi Wasdakim kantor Imigrasi kelas 1 Mataram, Sabtu (19/3).

Agung menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap WN Myanmar tersebut, ditemukan data sebagai pengungsi. Petugas Wasdakim menemukan bahwa nama Sayed Ahmad Bin Sultan Ahmad masuk dalam data UNHCR Malaysia.

“Dari data UNHCR terbitan malaysia diketahui Sayed Ahmad adalah seorang pengungsi Rohingnya, Myanmar dan menikah dengan WNI asal Lombok Timur bernama Rusmiati Binti Suparman,” ungkap Agung.

Agung menerangkan, dari data yang dikumpulkan, diperoleh informasi bahwa mereka menikah pada tanggal 20 November 2007 lalu. Dan pada tahun 2008, keduanya memiliki seorang anak perempuan bernama Nurul Huda.

Pada tahun 2012, Rusmiati dan anaknya keluar dari Malaysia menuju Lombok menggunakan kapal tongkang dari Johor menuju ke Pulau Batam. Dan dari Batam menuju Lombok berangkat menggunakan pesawat.

Kemudian, sambung Agung, pada tahun 2014, WN Myanmar tersebut rindu kepada istrinya dan datang ke Lombok melewati jalur illegal seperti yang dilakukan istrinya. Dia kemudian tinggal bersama istrinya di Lombok Timur.

“Karena tidak ada pekerjaan tetap mau kembali ke Malaysia, diduga dia dibantu dibuatkan KTP, KK dan Akte Kelahiran terbitan Dukcapil Lombok Timur oleh seseorang,” sambung Agung.

Saat ini, petugas Imigrasi Mataram masih melakukan pengembangan pemeriksaan terhadap WN Myanmar tersebut. Jika terbukti, maka akan dilakukan tindakan keimigrasian.

“Kasus ini masih kami dalam penyelidikan dan pengembangan terhadap WN Myanmar itu,” tandas Agung.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply