GMAK Sayangkan Kejari Sumbawa Petieskan Kasus Proyek Biogas KSB

MANGKRAK: Inilah salah satu lokasi proyek biogas yang pengerjaannya masih mangkrak. (Dok/Lomboktoday.co.id)

MANGKRAK: Inilah salah satu lokasi proyek biogas yang pengerjaannya masih mangkrak. (Dok/Lomboktoday.co.id)

JAKARTA, Lomboktoday.co.id – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyayangkan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa yang telah mem-petieskan kasus proyek biogas di wilayah KSB yang terindikasi telah merugikan Negara senilai Rp1,6 miliar.

Padahal dalam kasus itu, pihak Kejari Sumbawa telah menetapkan tersangka berinisial Rch, direktur salah satu perusahaan asal Surabaya, Jawa Timur, yang memenangkan tender proyek tersebut. Tapi sampai hari ini, pengerjaan proyek tersebut masih ‘mangkrak’.

Sehingga, GMAK Sumbawa Barat menduga adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Sumbawa Barat, khususnya anggota Komisi III periode 2009-2014, telah bermain dalam meloloskan proyek itu. Yang seharusnya anggaran Rp1,6 miliar itu, pengerjaannya harus ditender, tapi diindikasikan dalam proyek tersebut diloloskan begitu saja.

‘’Kami dari GMAK Sumbawa Barat mendesak Kejari Sumbawa untuk segera melanjutkan proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi yang terjadi pada proyek biogas itu,’’ kata Anggota Dewan Penasehat GMAK Sumbawa Barat, M Yusuf Amaullah kepada Lomboktoday.co.id, di Jakarta, Sabtu (26/3).

Jika tidak, maka GMAK Sumbawa Barat mengancam dalam waktu dekat ini akan segera turun jalan untuk menggelar aksi besar-besaran ke Kejaksaan Negeri Sumbawa di Sumbawa Besar.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply