Direktur RSUP Masih Misterius, Pemprov NTB Prihatin

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, H Yusron Hadi akhirnya angkat bicara terkait masih misteriusnya Direktur RSUP NTB, dr H Mawardi Hamry. ‘’Pemerintah Provinsi NTB baru dapat menyampaikan secara resmi kejadian ini karena beberapa hal; yakni masih menunggu informasi yang valid tentang peristiwa yang terjadi, agar apa yang disampaikan ke publik lebih tepat dan jelas, juga untuk memberikan kesempatan kepada pihak-pihak berwenang agar lebih efektif didalam melaksanakan tugas pencarian di lapangan,’’ kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, H Yusron Hadi dalam keterangan pers yang dikirim melalui WhatsApp (WA) group Wartawan Pemprov NTB, Minggu (27/3).

Dalam kesempatan tersebut, Yusron Hadi menyampaikan, memang benar dr H Mawardi Hamry, Direktur RSUP NTB sampai saat ini belum diketahui keberadaannya dan pihak-pihak berwenang sedang terus melakukan pencarian. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan rasa perihatin yang mendalam, khususnya kepada seluruh keluarganya. ‘’Semoga pihak keluarga agar tetap tabah dan sabar,’’ ungkapnya.

Kepada warga masyarakat NTB pada umumnya, Yusron memohon dukungan dan doa supaya dr Mawardi sesegera mungkin dapat diketahui keberadaannya, dalam keadaan sehat dan selamat. Mengingat dr Mawardi ini memimpin salah satu instalasi pelayanan publik yang penting (sebagai direktur RSUP NTB). Apalagi sebagaimana diketahui, saat ini sedang dilakukan penataan kualitas dan kuantitas pelayanan, seiring mulai beroperasinya RSUP NTB yang baru di kawasan Dasan Cermen, Kota Mataram. Dengan demikian, tentu kehadiran kembali dr Mawardi di tengah-tengah masyarakat sangat dinantikan.

Yusron menyampaikan kronologis kejadiannya; pada Rabu lalu (23/3), sekitar pukul 20.30 Wita, dr H Mawardi Hamry keluar meninggalkan rumah dinas di Jalan Langko 31 Mataram menggunakan Kijang Innova warna hitam. Sejak saat itu yang bersangkutan belum kembali ke rumah dinas. Itu sebabnya pada Jumat (25/3) pihak keluarga membuat laporan polisi kepada pihak Polres Mataram, yang intinya bahwa yang bersangkutan belum pulang kembali ke rumah dinas. Pada malam itu juga, pihak keluarga dimintai keterangan.

Selanjutnya pada Sabtu (26/3) pukul 11.00 Wita, pihak RSUP NTB dihubungi secara resmi oleh Polres Mataram dan dilakukan pengumpulan keterangan yang bisa memberikan petunjuk pencarian. ‘’Komunikasi terakhir direktur adalah sekretaris pada hari Rabu (23/3) sekitar pukul 13.30 Wita dan pak direktur langsung ke belakang melihat pelayanan,’’ ungkapnya.

Sampai saat ini, pihak keamanan masih terus bekerja dan mencari petunjuk-petunjuk yang dapat membantu segera menemukan yang bersangkutan. Terkait hal ini, jelas Yusron Hadi, beberapa langkah yang telah, sedang dan terus akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB, diantaranya; kepada pihak keluarga supaya terus menerus mencari informasi keberadaan yang bersangkutan (dr Mawardi). Berusaha berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya kepolisian, beserta institusi keamanan lainnya untuk segera mengambil langkah yang diperlukan supaya dr Mawardi secepatnya bisa diketahui keberadaanya.

Selain itu, kepada masyarakat luas, mohon dukungannya untuk bersama-sama mencari tahu informasi yang bisa digunakan sebagai petunjuk keberadaan dr Mawardi. Disamping itu, Pemprov NTB juga mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB untuk bisa membantu apabila memiliki informasi tentang keberadaan dr H Mawardi Hamry kepada aparat keamanan terdekat. Mengapresiasi kerja aparat keamanan dan pihak lainnya yang telah melakukan pencarian secara optimal. ‘’Kepada karyawan RSUP NTB, diminta agar pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di rumah sakit setempat tetap berjalan normal sebagimana biasanya,’’ ujarnya.(ar/dra/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply