PKL Masjid Agung Protes

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) untuk menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) di Praya, ternyata mendapat penolakan.

Rabu (30/3) sekitar 10.00 Wita, puluhan PKL yang berada di sekitaran Masjid Agung Praya Kabupaten  Loteng mendatangi DPRD Loteng. Aksi itu untuk menanyakan langkah Pemkab Loteng yang melakukan penertiban guna mewujudkan Praya yang bersih dan rapi.

“Kami mendukung penuh usaha Pemkab Loteng untuk menciptakan kebersihan dan keindahan di Praya. Tapi usaha itu tidak bisa dilakukan dengan mengorbankan usaha para PKL yang selama ini mengantungkan hidupnya dengan berjualan,” tegas koordinator aksi Lalu Robby Azizi.

Sesuai surat teguran yang dilayangkan, para PKL diminta untuk hengkang dan tidak berjualan di areal masjid agung.

“Apakah lokasi masjid agung itu milik {emda atau masyarakat, dan PKL ini  harus bagaimana,” ungkapnya.

Sekretaris Diskoperindag dan UMKM Loteng Baiq Sri Hastuti mengatakan, dasar dilakukan penertiban itu sesuai dengan aturan. Selain itu juga, masjid agung akan dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan MTQ tingkat nasional pada tahun 2016.

“Penertiban itu juga sudah dilakukan sesuai aturan. Dan, relokasinya itu sudah disiapkan di Jalan Sulawesi,” kata Sri Hastuti.

Kabid Cipta Karya Dinas PU dan ESDM Loteng Lalu Firman Wijaya menambahkan, pihaknya juga akan terus  melakukan penataan terhadap lokasi para PKL yang ada di Loteng untuk ditata.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *