PPJ Prabayar Hampir Sama PPJ Pascabayar

Kepala PT PLN Cabang Praya Loteng H Lalu Mulyadi.(foto: Ros/Lomboktoday.co.id)

Kepala PT PLN Cabang Praya Loteng H Lalu Mulyadi.(foto: Ros/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Kepala PT PLN Cabang Praya Lombok Tengah (Loteng) H Lalu Mulyadi mengatakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ), baik itu PPJ pascabayar maupun PPJ prabayar (pulsa) yang dibebankan kepada pelanggan hampir sama pola pembayarannya.

Dijelaskannya, pola pembayaran PPJ untuk pascabayar itu, misalnya pelanggan memakai 100 KWh X Rp1.390 sama dengan Rp139.000. Baru dihitung PPJ-nya 10 persen Rp13.900. Sedangkan untuk PPJ prabayar polanya, misalnya pelanggan mengisi token 100 ribu, langsung dipotong Rp10 ribu untuk PPJ. Karena yang dihitung dalam prabayar ini adalah kWh-nya bukan rupiah seperti pulsa. “Token yang masuk itu hanya Rp90 ribu. Jadi, sama PPJ pascabayar dengan PPJ prabayar,” jelas Lalu Mulyadi kepada wartawan, Kamis (7/4).

Menurut dia, sesuai dengan aturan yang ada PPJ yang dibayarkan oleh masyarakat akan masuk kembali menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibayarkan melalui Dispenda. Setelah itu, baru pemerintah menganggarkan kembali memalaui APBD untuk pembayaran Lampu Penerangan Jalan.

“Jumlah PAD dari PJU yang dibayarkan tiap bulan itu, hampir Rp1 miliar,” ungkapnya
Sementara itu, sesuai dengan hasil pendataan yang sudah dilakukan PLN bersama dinas terkait jumlah PJU yang ada di wilayah kabupaten Loteng sebanyak 2.866 titik PJU.

Untuk itu, Dinas PU dan ESDM Loteng kerjasama dengan PLN melakukan rasionalisasi PJU dengan cara mengurangi PJU yang besar daya listriknya dan dipasang di tempat lain tanpa menambah alokasi pembayarannya.

“Contohnya, PJU 1.000 Watt, kita bagi menjadi 100 Watt/PJU, dan bisa dipasang di 10 titik yang membutuhkan penerangan. Saat ini kita sudah mulai melakukan rasionalisasi PJU di Kecamatan Batukliang Utara,” jelasnya.(ROS)

 

Kirim Komentar

Leave a Reply