Vaksin Polio Mengandung Babi?, Ini Penjelasannya

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Kontroversi kandungan Babi dalam vaksin Polio masih terus terjadi, meski pekan imunisasi awal Maret lalu sudah usai dilaksanakan. Benarkah vaksin produksi PT Bio Farma, salah satu BUMN farmasi Indonesia, mengandung unsur Babi?.

“Kalau vaksinnya berkandungan Babi, jelas tidak. Hanya saja prosesnya memang bersinggungan dengan tripsin Babi yang berfungsi sebagai katalisator pemisah sel protein dalam proses pembuatan vaksin. Jadi harus dibedakan, mengandung Babi, dan bersinggungan dengan Babi,” kata dr. Piprim B Yanuarso, Sp A(K), mewakili Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam acara media gathering dan workshop vaksin bersama media massa, yang digelar PT Bio Farma, Minggu (10/4), di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB.

Menurut Piprim, ada sekitar 14 vaksin yang diproduksi di Indonesia, dan dua diantaranya memang harus menggunakan tripsin Babi untuk proses katalisasinya. Dua vaksin itu ialah vaksin Polio dan Campak. Namun, ia menegaskan, produk vaksin yang dihasilkan sama sekali tidak mengandung unsur Babi, karena tripsin Babi hanya digunakan sebagai katalisator dan bukan sebagai bahan baku.

“Masyarakat tidak perlu ragu, karena vaksinnya bebas dari kandungan Babi, dan memang bukan itu bahan bakunya,” katanya.

Merujuk pada ukuran halal atau haram, Pimprim menganalogikan, buah anggur yang segar adalah halal. Namun jika diolah menjadi minuman anggur maka menjadi haram. “Jadi, yang harus dilihat adalah produk akhirnya,” katanya.

Piprim mengatakan, isu vaksin berkandungan Babi sudah mencuat ke publik sejak beberapa tahun lalu dan berdampak pada turunnya penyerapan vaksin imunisasi di beberapa daerah di Indonesia. Padahal, vaksin imunisasi sangat berperan bagi kesehatan anak dan generasi bangsa ini.

Sementara itu, Corporate Secretary Bio Farma, Rahman Rustan mengatakan, penggunaan tripsin Babi dalam proses produksi vaksin polio memang tidak bisa dihindari karena belum ditemukan pengganti enzim yang berfungsi sebagai katalisator tersebut. Namun ia menegaskan, hasil vaksin yang diproduksi PT Bio Farma sama sekali bebas dari unsur Babi.

“Saat ini PT Bio Farma memasok kebutuhan vaksin untuk 49 negara Islam dan 130 negara lainnya. Kalau negara Islam lainnya menerima vaksin ini, mengapa masyarakat di negara kita sendiri harus ragu,” katanya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *