Alot, KSB dan Sumbawa Saling Berebut Pulau Kalong

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Perbincangan cukup alot untuk menyelesaikan sengketa tanah di Pulau Kalong yang diperebutkan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB turun tangan. Di ruang kerja Wakil Gubernur NTB, Selasa (12/4), persoalan itu coba ditengahi.

Di pertemuan itu ada Wakil Gubernur NTB H Muh Amin, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Lalu Dirjaharta, Bupati KSB HW Musyafirin, dan Bupati Sumbawa M Husni Djibril.

Perbincangan berlangsung sebagai upaya mendapatkan solusi yang komprehensif, atas permasalahan di Pulau Kalong, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti diketahui, Pulau Kalong adalah pulau yang terletak di sebelah utara Desa Poto Tano. Dahulu diberi nama Pulau Kalong karena banyak terdapat kalong (kelelawar). Luas pulau ini 196,8 ha dengan panjang pantai 5,28 km dan jarak terdekat dari daratan adalah 2,38 km.

Sengketa berawal dari permasalahan kepemilikan Pulau Kalong. Kedua belah pihak, baik pihak KSB maupun Kabupaten Sumbawa mengakui bahwa Pulau Kalong berada dalam wilayahnya.

Wagub menyiratkan harus ada keputusan atas sengketa tersebut, apakah akan diselesaikan di tingkat provinsi atau akan dibawa ke level Kementerian Dalam Negeri. Namun demikian, apapun hasil akhir dari keputusan tersebut, diharapkan dapat memberi solusi yang tidak akan merugikan pihak terkait baik warga, pemangku kepentingan dan lainnya.

Akhirnya, perbincangan serius yang berlangsung selama kurang lebih 180 menit ini menghasilkan kesepahaman. Mencari penyelesaian yang komprehensif Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sepakat menyerahkan penyelesaian tentang penegasan batas daerah kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat (Kementerian Dalam Negeri) dan akan menerima sepenuhnya hasil keputusannya.

Pemprov NTB pun akan berkonsultasi  dengan pemerintah pusat guna penyelesaian batas daerah antara Kabupaten Sumbawa dengan Kabupaten Sumbawa Barat paling lambat minggu kedua Mei 2016.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply