Peran Guru dan Orangtua untuk Tangkal Radikalisme

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Menangkal paham radikalisme di kalangan remaja sangat dibutuhkan adalah peran orangtua dan gurunya. Mereka diharapkan bisa memberikan pemahaman yang benar mengenai paham itu agar tidak terjerumus.

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Suarsono saat melakukan kegiatan sosialisasi masalah paham radikalisme di Markas As Sunnah Pulau Lombok, Bagek Nyake, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Kamis (14/4).

“Kalau diperhatikan penjelasan dari kelompok tersebut adalah terlalu mudah dan gampang untuk masuk surga dengan alasan setiap gerakannya adalah mati syahid. Padahal, sesuai pendapat para ulama dia mati sengsara dan dia tidak akan tersentuh yang namanya surga,” tandas Suarsono.

Pemahaman yang seperti ini, lanjut Suarsono, harus diberikan kepada santri agar mereka tidak mengikuti ajaran yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Pengurus Ponpes As Sunnah Pulau Lombok Ustadz Sopyan mengatakan bahwa berbagai paham radikalisme yang berkembang saat ini sangat memprihatinkan terutama di kalangan anak remaja.

Dirinya menjamin di Ponpes As Sunnah dan di semua cabangnya tidak ada yang terkontaminasi dengan paham radikalisme karena pada setiap kesempatan para santri diberi arahan yang benar.

“Kegiatan dari kelompok radikalisme banyak merugikan manusia demi tercapainya tujuan dengan tujuan yang tidak jelas,” kata Sopyan.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply