BI Ingin Tahu Cara NTB Kurangi Angka Kemiskinan

Gubernur TGH M Zainul Majdi saat bertemu staf dari Bank Indonesia (BI).(foto: dok Humas NTB)

Gubernur TGH M Zainul Majdi saat bertemu staf dari Bank Indonesia (BI).(foto: dok Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Direktur DRK Bank Indonesia Siti Astiyah, Manajer BI Ali Sakti, Kepala Perwakilan BI NTB Prijono, Tazkia Microfinance Center Andi Ihsan mendatangi Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Selasa (19/4).

Tujuannya, ingin mencari informasi terkait program yang dimiliki Provinsi NTB dalam mengurangi kemiskinan.

“Kami melihat pengentasan kemiskinan di Provinsi NTB dinilai cukup berhasil. Oleh karena itu, kami ingin mengadopsi program tersebut agar dapat diterapkan ke provinsi lain,” ujar Siti Astiyah.

Menanggapi kunjungan tersebut, gubernur mengatakan program yang berhasil diterapkan di NTB, maka berhasil juga diterapkan di daerah lain. Sebab, NTB memiliki keunikan tersendiri.

Gubernur juga mengatakan seluruh konsep harus tertuang dalam praktik yang baik. “Jika dilihat sejarah LSM di NTB, NTB merupakan daerah pertama yang didatangi oleh LSM. Dari sekian banyak program yang diterapkan oleh LSM, hampir semua program tidak berhasil. Hal itu disebabkan tidak ada keberlanjutan dan tidak ada keterlibatan dengan masyarakat. Salah satu hal penting dalam keberhasilan program adalah memastikan keterlibatan masyarakat dari semua program yang ada,” jelasnya.

Dia mengambil contoh tentang tembakau virginia yang saat ini menjadi tembakau unggulan dari NTB. Tembakau virginia menjadi idola karena ada success point, yang nantinya akan diikuti oleh petani tembakau yang lain. “Dalam mengenalkan program baru ke masyarakat perlu sosialisasi dan regulasi yang baik. Untuk regulasi jangan sampai mengganggu kearifan lokal yang dianut oleh masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga, gubernur menyampaikan lumbung bersaing yang dilaksanakan oleh Baittutamkin sebagai program unggulan di NTB karena mengandung beberapa unsur, yaitu percepatan dan berkontribusi nyata.

“Ke depannya, kami ingin mengeluarkan kebijakan agar dapat mengkonversi lembaga keuangan yang dimiliki oleh daerah menjadi lembaga keuangan berbasis syariah,” pungkasnya.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply