Potensi Konflik di Kaki Tambora Harus Dicegah

DOMPU,Lomboktoday.co.id – Beda kepentingan penggunaan lahan antara petani tanaman tebu dengan petani peternak di kaki gunung Tambora, tepatnya di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), bisa memicu konflik horisontal antar petani ke depan.

Potensi rawan konflik tersebut, hendaknya segera disikapi semua pihak dan stakeholders terkait, dengan memberikan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak.

“Potensi konflik di kawasan itu sudah kami tangkap saat ini. Ini harus dicegah, dan semua pihak harus duduk bersama menyikapinya,” kata Jamaluddin, S.Sos, dari Komisi A DPRD Dompu, kepada Lomboktoday.co.id.

Dipaparkan, potensi konflik mulai muncul sejak perkebunan tanaman tebu dikembangkan di Kecamatan Pekat, dua tahun terakhir. Padahal semula kawasan tersebut lebih banyak digunakan sebagai lahan gembala ternak masyarakat.

Pengembangan perkebunan tebu itu seiring dengan pembangunan pabrik gula milik PT Sukses Mantap Sejahtera. Selain menguasai 6.000 hektare lahan di sekitar Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, perusahaan itu juga membuka peluang untuk petani-petani mitra di Kecamatan tersebut untuk membuka perkebunan tebu.

Akibatnya, luas lahan gembala yang biasa dimanfaatkan masyarakat peternak untuk melepaskan hewan ternak di kawasan itu menjadi berkurang dan bisa merugikan para peternak.

Jamaluddin mengatakan, pihaknya sudah melakukan hearing bersama petani tebu, peternak dan pihak perusahaan PT SMS beberapa waktu lalu. Untuk mencegah konflik di kawasan itu, Komisi A DPRD Dompu menyarankan agar PT SMS tidak memfokuskan pengembangan perkebunan tebu di Kecamatan Pekat saja, tetapi membuat lokasi-lokasi yang tersebar di Kecamatan potensial lainnya, seperti Kempo, Manggalewa, dan Kilo.

“Kami rasa Kecamatan lainnya itu juga lebih potensial. Jika pola pengembangannya menyebar, maka lahan gembala peternak di Kecamatan Pekat tidak akan terlalu berkurang,” katanya.

Hanya saja, menurut Jamaluddin, pihak PT SMS beralasan belum bisa melakukan pengembangan perkebunan tebu di Kecamatan lain, karena saat ini penanaman tebu masih dalam tahap uji coba.(gra)

Kirim Komentar

Leave a Reply