DPPKD Lombok Barat Fokus Tagih Wajib Pajak Bandel

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Lombok Barat (Lobar) akan melakukan optimalisasi penagihan, memperbarui data potensi pajak, dan penegakan hukum terhadap wajib pajak.

”Banyak wajib pajak yang menghindar ketika ditagih,” tandas Kabid Pendapatan DPPKD Lobar Dedy Saputra, Senin (25/4).

Sehingga, menurut Deddy, penegakan hukum untuk wajib pajak yang membandel, menjadi fokus DPPKD juga. Sanksi tegas akan diberikan, untuk mendukung upaya realisasi PAD Lombok Barat di 2016.

Sanksi tersebut, berupa pencabutan izin usaha. Bahkan bila benar-benar membandel, bisa dilakukan penyitaan barang milik wajib pajak. ”Itu semua untuk memberi efek jera kepada wajib pajak,” ujarnya.

Anggota DPRD Lombok Barat Wahid Syahril sebelumnya menyoroti kemampuan pengelolaan pendapatan Kabupaten Lobar. Sebabnya, di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lobar 2015, komponen pendapatan pajak daerah mengalami defisit Rp17 miliar dari target PAD 2015 sebesar Rp192 miliar.

Karena itu kepada ia meminta eksekutif untuk lebih inovatif, memanfaatkan potensi-potensi pajak yang bisa menghasilkan PAD.

”Pemkab berinovasi lah, apalagi target PAD kita tahun ini lebih tinggi, yakni Rp218 miliar,” ujar Wahid.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply