Budpar dan TNI AL Tanam Terumbu Karang di Gili Air

KLU,Lomboktoday.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB dan jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram, Selasa (26/4), menanam ratusan bibit terumbu karang di perairan Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB.

Kadisbudpar NTB, Lalu Moh Faozal saat menyerahkan bibit terumbu karang kepada penyelam, disaksikan Danlanal Mataram, Kolonel Marinir Rachmat Djunaedi, Selasa (26/4) di Gili Air, Lombok Utara.

Kadisbudpar NTB, Lalu Moh Faozal saat menyerahkan bibit terumbu karang kepada penyelam, disaksikan Danlanal Mataram, Kolonel Marinir Rachmat Djunaedi, Selasa (26/4) di Gili Air, Lombok Utara.

Penanaman bibit terumbu karang dilakukan oleh sedikitnya 30 orang penyelam dari TNI AL, komunitas pemerhati lingkungan, dan masyarakat lokal Gili Air.

“Ada 30 orang penyelam kita libatkan termasuk masyarakat lokal. Yang ditanam sekitar 500 bibit terumbu karang,” kata Komandan Lanal Mataram, Kolonel Marinir Rachmat Djunaedi, Selasa (26/4) di Gili Air.

Rachmat mengatakan, penanaman terumbu karang itu dilakukan untuk menjaga kondisi dan area tutupan terumbu karang di kawasan Gili Air, terutama di lokasi-lokasi yang pernah rusak.

“Ini juga untuk mendukung pariwisata NTB terutama dari sisi keindahan baharinya. Karena sebagian besar potensi wisata NTB ini kan di perairan, pantai dan bawah laut,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Lanal Mataram juga mengajak puluhan anggota pramuka Saka Bahari dari SMA Hang Tuah Mataram, guna menanamkan sejak dini kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang.

Sementara itu, Kadisbudpar NTB, Lalu Moh Faozal mengatakan, kerjasama dengan TNI AL dalam penanaman terumbu karang itu sebagai wujud keseriusan pihaknya turut menjaga keindahan bawah laut di kawasan Gili Air dan tiga gili pada umumnya.

“Yang kita “jual” di Gili ini kan keindahan bawah lautnya, sehingga kelestarian terumbu karang ini harus tetap dijaga. Wisatawan ke Gili ini bisa menikmatinya dengan snorkling dan diving,” katanya.

Faozal menambahkan, masyarakat lokal di Gili Air juga turut dilibatkan dalam kegiatan karena ke depan, masyarakat setempat juga yang akan terus melestarikan dan menjaga kondisi terumbu karang di sana.(gra)

Kirim Komentar

Leave a Reply