Gubernur NTB yang Pertama Disensus

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Mulai 1 Mei petugas Sensus Ekonomi BPS mendatangi rumah-rumah  dan tempat usaha untuk mengumpulkan data-data terkait usaha masyarakat. Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi sebagai warga masyarakat juga turut menjadi responden dan didatangi langsung oleh petugas BPS. Didampingi oleh Kepala BPS NTB dan Kepala BPS Mataram, seorang petugas pencacah bernama Kamariah mendatangi Ruang Kerja Gubernur NTB untuk menyensus langsung gubernur pada Senin siang (2/5).

Kamariah langsung menanyakan semua kegiatan usaha ekonomi yang dilaksanakan gubernur dan anggota keluarganya, baik gubernur, istri dan semua pegawai yang menginap di rumahnya dan bukan terkait dengan urusan  kantor dan lebih tepatnya usaha rumah tangga.

Setelah gubernur menjawab kuisioner yang ditanyakan, dia mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan BPS NTB untuk menyensus dan berharap semoga Sensus Ekonomi 2016 khususnya di NTB dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

Khusus kepada petugas sensus di lapangan, gubernur mengimbau untuk tetap semangat dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya.

“Nanti ibu jangan tidak datang ke rumah-rumah masyarakat dan coba-coba isi sendiri kuisionernya,” pesan gubernur kepada Kamariah.

Dengan tegas Kamariah menjawab tidak akan bertindak seperti itu. “Nanti kita akan memberikan stiker, Pak sebagai bukti kami pernah datang menyensus,” ungkapnya.

Setiap petugas sensus yang terdiri dari pengawas dan pencacah dibagi untuk menyensus 2 sampai 3 blok dengan masing-masing blok berkisar 80-120 kepala keluarga. Pencacah dapat menyensus 10-20 kk per hari tergantung dari jumlah usaha yang dilakukan dalam satu keluarga. Sedangkan jumlah pencacah dan pengawas untuk Sensus Ekonomi 2016 di NTB sebanyak 5.464 orang.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply