Ibu Tak Paham, Anak Kurang Gizi

Kepala(BKP NTB Hj Hartina, Wakil Gubernur NTB H Muh Amin, dan Deputi Country Director of WFP Mr Dageng Liu.(foto: Jupri/Humas NTB)

Kepala BKP NTB Hj Hartina, Wakil Gubernur NTB H Muh Amin, dan Deputi Country Director of WFP Mr Dageng Liu.(foto: Jupri/Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Masalah yang dihadapi di NTB bukan karena kekurangan gizi tetapi kurangnya pemahaman dan informasi orangtua mengenai pola makan yang baik dan bagaimana mengolah makanan bergizi.

“Perlu adanya edukasi bagi petugas kesehatan dan ibu-ibu sebab ibu sebagai pendidik utama di rumah,” tandas Wakil Gubernur NTB H Muh Amin saat peluncuran Peta Ketahanan & Kerentanan Pangan (FSVA) NTB Tahun 2015 di Hotel Santika, Rabu (11/5).

Wagub menekankan bahwa yang perlu menjadi perhatian dalam pembangunan ketahanan pangan dan gizi di NTB adalah bagaimana meningkatkan akses ekonomi dan distribusi pangan yang belum merata baik.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB Hj Hartina mengakui bahwa tantangan sebagai pemegang kebijakan di daerah adalah masih tingginya angka perempuan buta huruf dan tingginya stunting (tinggi badan pendek menurut umur) di NTB. Angka melek huruf berhubungan dengan praktek pola pemberian makan dan status gizi anak yang meningkat secara signifikan.

“Masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi persoalan di NTB karena minimnya pengetahuan dan kemampuan ibu rumah tangga untuk mengolah pangan yang ada menjadi makanan benutrisi dan bergizi tinggi,” tandasnya di acara yang dihadiri Deputi Country Director of WFP Mr Dageng Liu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten/Kota se NTB, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Kementerian Pertanian RI.

Menurut dia, ibu rumah tangga dalam keluarga menjadi yang utama memiliki peranan strategis terhadap kualitas hidup dan kesehatan anak, selain lingkungan dan intervensi dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan.

“Memenuhi asupan gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, tidak harus mahal, tapi bisa dilakukan cukup dengan pemperbanyak mengonsumsi sayuran, kacang-kacangan, tahu, dan tempe,” jelasnya.(wan)

Kirim Komentar

Leave a Reply