Ayo Kita Perangi Narkoba

Petugas BNN sedang memeriksa urine para pejabat di NTB.(foto: Yan Syahroni/Humas NTB)

Petugas BNN sedang memeriksa urine para pejabat di NTB.(foto: Yan Syahroni/Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Ada instruksi dari Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi. Kepada para Bupati dan Walikota se NTB agar mengalokasikan anggaran khusus untuk memberantas narkoba pada saat pengajuan APBD Perubahan.

“Salah satu item yang wajib pada saat pengajuan APBD Perubahan adalah anggaran untuk memberantas narkoba, seperti Test Kit narkoba sejumlah ASN yang ada di NTB,” ujarnya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati dan Walikota se NTB di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (12/5).

Selain itu, ia menyampaikan kepada Bupati dan Walikota untuk menyiapkan dana hibah bagi pelaksanaan tugas-tugas represif dalam pemberantasan narkoba bagi seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi NTB dan 20 persen porsi untuk pendidikan ditambahkan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan penyiapan muatan lokal di sekolah-sekolah.

“Untuk internal, kami mengambil komitmen bersama, yaitu bagi ASN di jajaran Pemprov. NTB yang positif menyalahgunakan narkoba akan dipecat. Masalah ini akan dikawal sampai ke BKN agar menimbulkan efek jera,” tandasnya di depan Wagub NTB H Muh Amin, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, Bupati Dompu H Bambang.M.Yasin, Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana, Wakil Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Bima Dahlan M Noer, Wakil Walikota Bima HA Rahman H Abidin, Sekda Lombok Tengah H Lalu Supardan, Asisten 1 Tata Praja dan Aparatur H Abdul Hakim Asisten Ekonomi dan Pembangunan H Lalu Gita Ariadi, Asisten III H Lalu Syafi’i, FKPD, dan Pimpinan SKPD lingkup Provinsi NTB..

Kepala BNN NTB Kombes Pol Sriyanto mengatakan Indonesia sebagai negara darurat narkoba, termasuk di NTB. BNN telah melakukan beberapa aksi dalam upaya memberantas peredaran narkoba, seperti penguatan kelembagaan yang baru terbentuk di Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Bima, pelaksanaan tes narkoba di semua SKPD, dan kampanye antinarkoba atau deklarasi antinarkoba yang dilakukan di Lombok Utara. Selain itu, menggunakan poster, baliho, dan leaflet sebagai media sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui bahaya narkoba.

“Kami juga telah melakukan razia narkoba ke anak-anak sekolah, karena saat ini pengguna sudah menyebar ke anak SD dan pesantren. Razia ke sekolah menjadi metode yang efektif untuk mengetahui pengguna narkoba,” jelasnya.

Senada dengan yang disampaikan Kepala BNN, Wakapolda NTB Kombes Pol Rudi Pratikno mengatakan narkotika sudah sampai ke semua lapisan masyarakat, baik aparat, masyarakat, maupun anak-anak. Kebanyakan pengguna narkoba adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah.

“Polda NTB tegas memerangi narkoba dan tidak pandang bulu, bahkan kami siap memecat anggota polisi yang positif menggunakan narkoba,” ujarnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol H Agus Sarjito menyampaikan saat ini Polda NTB fokus dalam bidang penindakan. Jenis narkoba yang paling banyak beredar di NTB adalah ganja, sabu, dan ekstasi. Rata-rata usia pengguna dan pengedar narkoba berada pada usia 30 tahunan ke atas.

“Dalam upaya memerangi narkoba, kami telah melakukan kegiatan operasi bersinar pada tanggal 21 Maret-19 April 2016, yaitu melakukan kampanye langsung ke stakeholder agar masyarakat mengetahui bahaya narkoba,” ujarnya.

Untuk masalah narkoba, semua Bupati dan Wakilota se NTB, termasuk Gubernur NTB sepakat dan memiliki komitmen yang sama, yaitu perang terhadap narkoba. Dalam hal rehabilitasi, NTB adalah provinsi pertama yang merespons BNN terkait pusat rehabilitasi tidak hanya di Lido tetapi di beberapa tempat di Indonesia. Oleh karena itu, NTB menghibahkan tanah seluas 5 hektare di Lombok Timur untuk membangun pusat rehabilitasi.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply