Lihat UN, Wagub ke Gunungsari

Wagub NTB H Muh Amin saat di Sekolah Nusa Alam Gunungsari, Lombok Barat.(foto: dok Humas NTB)

Wagub NTB H Muh Amin saat di Sekolah Nusa Alam Gunungsari, Lombok Barat.(foto: dok Humas NTB)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Memastikan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP berjalan lancar, Wakil Gubernur NTB H Muh Amin bersama Sekretaris Dinas Dikpora NTB H Wahibbullah, jajaran Dikbud Kabupaten Lombok Barat, dan Kabag Dokpus Biro Humas dan Protokol Setda NTB Danarus Sumandi memantau pelaksanaan UN di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek, Lombok Barat, SMPN 1 Gunungsari, dan Sekolah Internasional Nusa Alam di Montong, Gunungsari, Lombok Barat, Kamis (12/5).

Di Pondok Pesanteran Al-Aziziyah, Wagub diterima Pengurus Pondok di antaranya adalah TGH Fathul Aziz Umar dan civitas pendidikan di ponpes tersebut.  Di sana peserta UN berjumlah 348 siswa terdiri dari 154 putri dan 197 putra dan tidak ada peserta yang berhalangan hadir atau sakit.

Di SMPN 1 Gunungsari, Wagub melakukan peninjauan ke beberapa ruang kelas dan berdialog dengan kepala sekolah. Dalam dialog, Wagub mempertanyakan terkait dengan model pengawasan dan kehadiran peserta didik yang melaksanakan UN.

Menurut Kepala SMPN 1 Gunungsari, sistem pengawasan UN adalah sistem silang dan diawasi oleh tenaga pendidik dari sekolah lain.

Wagub mengingatkan faktor keamanan di sekolah merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kenyamanan peserta didik dalam melaksanakan UN. “Saya harapkan, anak-anak kita bisa mengikuti UN dengan baik dan tenang. Pelaksanaan berjalan baik dan hasilnya mendapat nilai yang paling baik,” katanya.

Sedangkan saat meninjau UN di Sekolah Nusa Alam Gunungsari, Wagub berkesempatan berdialog dengan beberapa orang pengajar yang seluruhnya menggunakan Bahasa Inggris dalam menyampaikan mata pelajaran karena sebagian besar dari muridnya merupakan anak anak yang berasal dari luar negeri, seperti Jerman, Korea Selatan, Jepangm dan Australia karena orangtua mereka bekerja di NTB

Terhadap keberadaan sekolah ini, Wagub memberikan apresiasi kepada pendiri sekolah karena telah memberikan kontribusi besar dalam membantu pemerintah turut mencerdaskan bangsa. Sekolah yang didirikan tahun 2000 ini menerima murid dari jenjang  pendidikan SD sampai SLTP dan telah memiliki murid sebanyak 170 orang lebih yang berasal dari 14 negara dan jumlah muridnya bertambah setiap tahun.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply