Mutasi Digodok Baperjakat, Pejabat Lombok Barat Was-was

Sekda Lombok Barat HM Taufik.(foto: istimewa)

Sekda Lombok Barat HM Taufik.(foto: istimewa)

LOBAR. Lomboktoday.co.id – Sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat was-was. Masalahnya, proses mutasi pascaditetapkannya H Fauzan Khalid sebagai Bupati Lombok Barat definitif agaknya masih menemui jalan berbatu alias masih digodok. Mutasi bagi sejumlah Kepala SKPD hasil evaluasi kinerja ataupun mutasi paralel bagi pejabat setingkat eselon III dan IV saat ini masih digodok di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Lombok Barat.

“Namun dipastikan mutasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat HM Taufik di Gerung, Kamis (12/5) pagi.

Senada dengan pernyataan Sekda Lobar, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lobar Ahdiat Soebantoro membenarkan jika mutasi masih dikerjakan Baperjakat. Banyak usulan  yang masih digodok.  Usulan tersebut berasal dari seluruh SKPD di Pemkab Lombok Barat. “Dalam waktu dekat pasti akan dilaksanakan mutasi,” ujarnya meyakinkan pada awak media.

Ahdiat menjelaskan, usulan tersebut bagi pegawai eselon III dan eselon IV. Para Kepala SKPD memberikan usulan penempatan pada pegawai tersebut. Usulan yang masih dikaji oleh Baperjakat mengandung banyak hal yang perlu diperhatikan yang  masih menjadi pertimbangan Baperjakat dalam menentukan mutasi. “Bisa saja satu orang diusulkan dalam dua tempat berbeda,” lanjutnya.

Menurut Ahdiat yang juga Plt Kepala Bakesbangpol Lombok Barat ini banyak aspek yang menjadi pertimbangan mutasi. Aspek tersebut dikaji hingga mengerucut. Dengan begitu, Baperjakat dapat menentukan mutasi yang tepat.

“Artinya sesuai dengan apa yang diperlukan dalam SKPD tersebut,” terangnya.

Dikatakannya, selain data, pegawai yang diusulkan tersebut dikaji berdasarkan kinerja. Sejauh mana prestasi yang ditorehkan di jabatan sebelumnya. Sebab hal ini menunjang peningkatan kinerja SKPD nantinya.

“Data usulan dari instansi sudah masuk dan sedang dikaji,” pungkasnya.

Lain halnya mutasi pada eselon II dilakukan melalui seleksi. Tidak melalui proses pengkajian data seperti eselon III dan IV.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply