Pencacah Sensus Ekonomi Sambangi Wagub NTB

Sri Wijihayati dan Yunita Pratiwi, pengawas dan pencacah Sensus Ekonomi bersalaman dengan Wakil Gubernur NTB H Muh Amin.(foto: dok Humas NTB)

Sri Wijihayati dan Yunita Pratiwi, pengawas dan pencacah Sensus Ekonomi bersalaman dengan Wakil Gubernur NTB H Muh Amin.(foto: dok Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Sri Wijihayati dan Yunita Pratiwi merupakan dua pengawas dan pencacah Sensus Ekonomi yang mendapat tugas untuk melakukan Sensus Ekonomi di Pendopo Wakil Gubernur NTB H Muh Amin. Kedua petugas sensus tersebut menyambangi Wagub, Selasa (11/5) sekitar pukul 19.30 untuk mendata hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan kepala atau anggota keluarga wakil gubernur tersebut.

Saat itu, wakil gubernur beserta istri, Hj Syamsiah Muh. Amin menerima langsung kedua petugas tersebut yang didampingi Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik BPS Pusat Sentot Bangun Yudoyono. Hadir juga saat itu Kepala BPS Provinsi NTB Wahyuddin, Kepala BPS Kota Mataram beserta beberapa staf.

Sensus Ekonomi 2016 itu sendiri dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali merupakan salah satu agenda besar yang diselenggarakan pemerintah, dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS).

Saat itu, Wagub beserta istri hanya menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah anggota keluarga yang menempati kediaman Wagub tersebut.

“Di sini tidak ada yang memiliki usaha atau bisnis,” ungkap Wagub ketika ditanya soal kegiatan usaha produktif yang dilakukan anggota keluarganya.

Karena tidak ada usaha produktif yang dijalankan, maka pencacah hanya mencatat jumlah anggota keluarga yang tinggal di pendopo tersebut.

Diwawancarai terpisah, Sentot Bangun Yudoyono menyampaikan pentingnya pendataan usaha produktif masyarakat di luar pertanian. Menurutnya, terdapat beberapa tujuan khusus sensus ekonomi 2016, yaitu memberikan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi, memperoleh informasi dasar yang mencakup semua sektor ekonomi.

“Insya Allah, bulan Agustus kita akan umum dan Pak Presiden sendiri yang akan menyampaikannya. Analisisnya memang membutuhkan waktu yang cukup lama,” jelasnya.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply