PKL Keruak Tolak Penggusuran

Para PKL di Kecamatan Keruak, Lombok Timur yang menolak digusur.(foto: Rijal/Lomboktoday.co.id)

Para PKL di Kecamatan Keruak, Lombok Timur yang menolak digusur.(foto: Rijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Para Pedagang Kali Lima (PKL) di Keruak, Lombok Timur menolak rencana dari pemerintah kecamatan setempat yang akan melakukan penertiban. Pasalnya, hal ini berdampak pada kerugian para PKL apalagi lokasi rekolasi masih belum ada.

“Kami menolak dilakukan penertiban atau penggusuran para PKL,” tandas pembina Pedagang Kali Lima Keruak Sayadi kepada Lomboktoday.co.id.

Menurut dia, kalau pemerintah daerah ingin melakukan penataan keberadaan para PKL di Keruak, maka pihaknya dengan senang hati menerimanya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun kalau melakukan penggusuran atau penertiban, maka pihaknya menolak dengan keras. Bahkan, para PKL sudah sepakat kalau itu sampai dilakukan mereka siap memberikan perlawanan.

“Jangan asal main gusur saja. Silakan carikan tempat relokasi terlebih dahulu agar PKL tidak dirugikan,” tegas Sayadi yang juga Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS) seraya mengatakan dulu lokasi PKL sekarang ini merupakan tumpukan sampah, namun sekarang dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat mencari rezeki.

Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima Keruak, Adi menegaskan jika digusur tempat berjualan yang sekarang ini, apa yang akan dimakan istri dan anaknya di rumah.

“Kami dikejar utang di bank. Kalau digusur apa yang akan digunakan untuk membayar cicilan bank setiap bulannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa sebelum melakukan penggusuran, pemerintah daerah harus berpikir jernih. Artinya, jangan melakukan penggusuran tanpa ada solusinya.

“Sebelum kami membuka jualan seperti sekarang ini kami adalah mantan preman di Keruak karena tidak ingin kembali menjadi preman makanya membuka lapak,” tukasnya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply