Kekerasan Pada Perempuan Selalu Mengalami Peningkatan

Saat Rakor Kebijakan Pemenuhan Hak, Perlindungan, dan Pemberdayaan Perempuan di Hotel Grand Legi, Mataram, Selasa (17/5).(foto: dok Humas NTB)

Saat Rakor Kebijakan Pemenuhan Hak, Perlindungan, dan Pemberdayaan Perempuan di Hotel Grand Legi, Mataram, Selasa (17/5).(foto: dok Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Masih adanya kecenderungan terjadinya ketidakadilan, kekerasan, dan penindasan gender dalam masyarakat yang cenderung partiarkal. Berdasarkan jumlah kasus yang didapat dari 232 lembaga mitra Komnas Perempuan di 34 provinsi, terdapat 16.217 kasus yang berhasil didokumentasikan dan yang paling menonjol terjadi di ranah personal. Tahun 2016 menunjukkan terjadi kenaikan data jenis kekerasan seksual di ranah personal dibanding tahun sebelumnya, yakni 11.207 kasus.

Di NTB sendiri dari tahun ke tahun angka kekerasan terhadap perempuan selalu mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) NTB, tahun 2015 tercatat 1.031 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan didominasi oleh kekerasan fisik, selanjutnya menyusul psikis dan seksual yang sebagian besar terjadi dalam rumah tangga.

Menurut Wakil Gubernur NTB H Muh Amin saat Rakor Kebijakan Pemenuhan Hak, Perlindungan, dan Pemberdayaan Perempuan di Hotel Grand Legi, Mataram, Selasa (17/5), akar permasalahan dari kasus-kasus kekerasan dan kejahatan seksual dan ketidakadilan terhadap perempuan bersifat multidimensi dan multikompleks, yakni berakar dari permasalahan ekonomi, sosial-budaya, kesehatan jiwa, pendidikan, penegakan hukum, komitmen politik, hingga hilangnya nilai-nilai karakter bangsa.

Dia mengingatkan semua pihak untuk terlibat untuk membantu menyelesaikan persoalan ini dan sangat menyanjung peran perempuan.

“Dari sisi pola, bentuk, dan angka, kekerasan terhadap perempuan semakin meluas. Data Komnas Perempuan menunjukkan, sepanjang 2015 kekerasan tidak hanya terjadi di wilayah domestik, melainkan telah meluas di berbagai ranah termasuk di wilayah publik,” tandasnya.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply