74 PNS Balai Karantina Mataram Tes Urine

Suasana pelaksanaan tes urine di Balai Karantina I Mataram di Lembar,(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

Suasana pelaksanaan tes urine di Balai Karantina I Mataram di Lembar.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Untuk memastikan segenap masyarakat utamanya para Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat atau tidak dengan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB menggelar tes urine bagi para ASN di lingkup Balai Karantina Kelas I Mataram di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Selasa kemarin (17/5).

Tes urine bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesadaran dari masyarakat akan bahaya narkoba.

BNNP NTB sendiri menerjunkan tujuh orang stafnya melakukan tes urine di tempat tersebut. “PNS dan tenga hononer semuanya harus melakukan tes urine,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB Wiwik Anggraini.

Dia menambahkan, di Balai Karantina Kelas I Mataram, tes urine ini dilakukan untuk menyosialisasikan bahaya narkoba dan dampak yang ditimbulkan. Tes dilakukan apabila ada yang positif terkena narkoba BNN akan mengevaluasi dulu, tidak serta merta memvonisnya langsung.

Dikatakannya, untuk mengetahui positif atau tidaknya yang melakukan tes urine, biarpun positif dalam tes ini, akan dicari tahu dulu apa penyebabnya. “Apakah karena konsumsi obat atau penyalahgunaan,” jelasnya.

Wiwik memperjelas, bisa saja yang terkena itu karena pengaruh obat-obatan pada saat lagi sakit. BNN tidak bisa menindaklanjuti tetapi akan merehabilitasi bagaimana institusi membina dan merehabitasi yang bersangkutan apabila benar melakukan penyalahgunaan.

Menurut dia, obat-obatan yang legal juga disalahgunakan, apalagi yang tidak. fungsi assasmen itu untuk mengetahui penyebab narkoba tersebut berada di dalam tubuh, biarpun mengonsumsi obat karena sakit tapi urinenya positif.

“Nah hal sepeti itu yang akan dilakukan proses asassmen, menentukan obat sebagai penyalahgunaan. Hasil tes urine langsung bisa keluar pada saat itu juga,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram  I Putu Terunegare menjelaskan, stafnya yang bisa melaksanakan tes urine saat itu sebanyak 74 orang dari jumlah keseluruhan staf sebanyak 92 orang. Dengan rincian PNS 63 orang dan honorer 29 orang.

Ditambahkannya, kegiatan seperti ini rutin dilakukan sebelum tes dari BNNP sendiri. Di samping itu juga, kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah yang mulai dari hal yang paling kecil seperti ini.

Putu masih akan menunggu hasil hasil tes urine tersebut dalam beberapa minggu ke depan. “Jika hasil tes urine ada staf kami yang positif narkoba tentu sangat mengganggu kinerja dari Balai Karantina Mataram itu sendiri. Baik secara sengaja menggunakan barang haram tersebut akan kena sanksi yang tegas,” kata Putu.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply