Komite Pertanyakan Kelanjutan Pemekaran KLS

Dengar pendapat Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Timur dengan DPRD setempat masalah kelanjutan pembentukan KLS.(foto: Rijal/Lomboktoday.co.id)
Dengar pendapat Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Timur dengan DPRD setempat masalah kelanjutan pembentukan KLS.(foto: Rijal/Lomboktoday.co.id)
Dengar pendapat Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Timur dengan DPRD setempat masalah kelanjutan pembentukan KLS.(foto: Rijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Timur mempertanyakan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mengenai perkembangan dan kelanjutan pembentukan Kabupaten Lombok Selatan (KLS). Pasalnya, masyarakat wilayah KLS yang terdiri dari delapan kecamatan, yakni Montong Gading, Terara, Sikur, Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru tetap menantikan KLS bisa cepat terbentuk.

Demikian terungkap saat dengar pendapat antara Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Timur dengan DPRD di ruang Komisi III DPRD setempat, Kamis (19/5). Dengar pendapat dipimpin Ketua DPRD Lombok Timur H Khaerul Rizal yang didampingi anggota Komisi I Bidang Pemerintahan dan anggota DPRD Lombok Timur Dapil II dan III.

“Kami datang ke dewan ini untuk mempertanyakan perkembangan pembentukan KLS,” terang Wakil Ketua Komite Pemekaran Lombok Timur Ridwan.

Dari informasi yang dia peroleh dan koordinasi dengan anggota DPR RI serta Komisi II DPR RI, kalau KLS masuk dalam pembahasan Badan Legislasi (Banleg) DPR RI tahun 2016 ini. Hal ini merupakan kabar baik bagi warga yang ada di wilayah KLS.

Begitu juga perkembangan pembentukan KLS sudah jelas, sehingga komite bersama masyarakat meminta dukungan yang positif dari anggota DPRD Lombok Timur dengan mempertajam kembali ke pemerintah pusat agar menjadi lebih jelas lagi.

“Dukungan legislatif sangat kami butuhkan untuk mewujudkan perjuangan dalam pembentukan KLS,” tambah Ridwan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Lombok Timur H Khaerul Rizal mengatakan pihaknya sangat mendukung terbentuknya KLS. Sehingga pihaknya ada rencana untuk pergi ke Banleg dan Komisi II DPR RI guna mempetanyakan mengenai masalah KLS.

“Kami tetap mendukung pembentukan KLS ini karena merupakan aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan,” terang Rizal.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *