Kepala Puskesmas Klaim Pelayanan Imunisasi Kasus Apandi Sesuai SOP

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Kepala Puskesmas Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah Hafsah Widianti menegaskan, pelayanan imunisasi yang diberikan kepada bayi Apandi (2,5) bulan warga Dusun Kebun Tengak, Desa Gemel, Kecamatan jonggat yang diduga meninggal dunia pascaimunisasi, sudah sesuai dengan standar operasional pelayanan (SOP). Sebelumnya, bayi itu meninggal akibat panas tinggi usai mengikuti imunisasi, beberapa hari yang lalu.

“Pelayanan imunisasi yang dilakukan oleh petugas Posyandu kepada korban itu, sudah sesuai dengan SOP. Jadi tidak benar, bayi itu meninggal usai diberikan imunisasi,” tandas Hafsah kepada wartawan, Sabtu (21/5).

Dijelaskannya,  saat ibunya membawa korban untuk imunisasi pada hari Senin (16/5) ke Posyandu, korban dalam keadaan sehat sehingga diberikan imunisasi DPT 1. Selain itu juga, bukan hanya korban Apandi ini saja diberikan imunisasi dengan vaksin yang sama, tetapi pada saat itu ada 7 orang yang diberikan imunisasi.

“Kami dari petugas sudah mengecek bayi lainnya dan mereka sehat. Jadi bukan karena imunisasi , Apandi meninggal, tetapi kemungkinan ada gejala lainnya,” tegasnya.

Kasi Sopelen Puskesmas Puyung H Sahnan juga menambahkan, setiap bayi yang diberikan vaksinasi imunisasi pasti akan ada Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI), seperti panas.

“Sehingga orang tua yang membawa bayinya imunisasi kita suruh diam dulu selama 30 menit,” ungkapnya.

Dari keterangan ibunya pada saat dibawa ke Puskesmas, setelah diimunisasi bayi mengalami panas, tetapi hari selasa sudah berhenti, dan kembali panas pada hari Kamis. Sehingga Jumat paginya bayi dibawa ke Puskesmas bayinya dalam keadaan sianosis (kulit membiru dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Praya untuk ditangani.

“Bayi itu juga sempat diinfus, jadi bukan karena imunisasi dia meninggal,” tandasnya saat didampingi kepala Lab Puskesmas Puyung.

Kemungkinan bayi itu meninggal karena bayi itu mengalami penyakit lain.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply