Warga Protes Sadhana Arifnusa

Aparat kepolisian menjaga warga Lendang Tengak, Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia yang melakukan aksi ke kantor PT Sadhana Arifnusa.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Aparat kepolisian menjaga warga Lendang Tengak, Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia yang melakukan aksi ke kantor PT Sadhana Arifnusa.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ratusan warga Lendang Tengak, Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa melakukan aksi di kantor PT Sadhana Arifnusa yang berlokasi di Jalan Raya Sikur-Terara, Lombok Timur, Senin (23/5).

Aksi yang tergabung dalam Solidaritas Anti Penggusuran (SAR) Lotim meminta kepada PT Sadhana Arifnusa untuk bertanggungjawab atas penertiban dan penggusuran warga Lendang Tengak yang berada di lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI) karena dinilai sangat merugikan warga Lendang Tengak yang selama ini telah mengelola kawasan hutan tersebut.

“Kami minta pertanggungjawaban PT Sadhana Arifnusa atas penggusuran dan penertiban warga Lendang Tengak akibat adanya HTI yang akan dikelola oleh perusahaan tersebut,” teriak orator aksi, Tahir Royaldi dalam orasinya di depan kantor PT Sadhana Arifnusa.

Tahir juga menjelaskan dalam aturan main yang seharusnya PT Sadhana Arifnusa melakukan mitra dengan masyarakat Lendang Tengak, bukan malah melakukan penggusuran. Sehingga hal ini sudah melanggar aturan mengenai tata cara pengelolaan kawasan HTI.

“Sudah jelas dalam aturan perusahaan harus melakukan mitra dengan masyarakat, bukan malah menertibkan dan menggusur rumah warga,” tambah Tahir Royaldi seraya mengatakan yang jelas warga menolak PT Sadhana masuk ke hutan Sambelia yang menjadi lahan HTI.

Sementara massa yang terdiri dari orang tua dan ibu-ibu menjadi korban penggusuran, sambil membawa berbagai pamflet dengan meneriakkan kata-kata “usir PT Sadhana Arifnusa dari Lendang Tengak.” Mereka berusaha untuk masuk ke dalam kantor PT Sadhana Arifnusa, akan tetapi dihadang oleh aparat kepolisian yang melakukan pagar betis di depan pintu gerbang.

“Biarkan kami masuk ke kantor PT Sadhana Arifnusa Pak Polisi dan kami jamin tidak akan melakukan tindakan anarkis, tapi kami akan mengusir PT Sadhana,” teriak warga Lendang Tengak.

Selain itu, Ketua Komunitas Pemerhati Korupsi (KPK) Lombok Timur, Sapriadi dalam orasinya dengan lantang menuduh kalau PT Sadhana Arifnusa diduga telah melakukan tindakan illegal logging di kawasan hutan Sambelia yang dijadikan lokasi HTI tersebut. Dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera memprosesnya.

“Masak ketika masyarakat melakukan penebangan pohon dikatakan illegal logging dengan langsung memprosesnya, sedangkan ketika PT Sadhana justru dibiarkan begitu saja, sehingga ini tidak adil,” terang Sapriadi.

Sementara para perwakilan massa aksi rencananya akan melakukan hearing dengan pihak PT Sadhana Arifnusa, akan tetapi pejabat-pejabat penting PT Sadhana tidak berada di tempat, sehingga massa aksi setelah menyampaikan pernyataan sikap langsung membubarkan diri dengan tertib.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply