Dekati Puasa, Wisatawan Melonjak Drastis

Wisatawan di salah satu destinasi di Lombok Barat.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)
Wisatawan di salah satu destinasi di Lombok Barat.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)
Wisatawan di salah satu destinasi di Lombok Barat.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Angka kunjungan wisatawan ke Lombok diperkirakan akan melonjak drastis menjelang masuknya bulan Ramadhan (puasa). Tak hanya di sejumlah destinasi wisata dan perhotelan, pasar seni hingga pusat oleh-oleh akan menjadi buruan wisatawan.

“Untuk minggu-minggu ini, meningkatnya angka mulai terlihat. Diperkirakan menjelang masuk bulan puasa akan makin meningkat,” kata Nurwardani salah seorang pengelola Rinjani Oleh-oleh Khas di kawasan wisata Senggigi, Senin (23/5).

Dikatakannya, setiap menjelang masuknya bulan puasa, angka kunjungan terutama wisatawan domestik akan meningkat. Pasalnya, setiap menjelang masuknya bulan puasa dan berbarengan dengan libur panjang sekolah. Bahkan angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sama tingginya, meningkat hingga tiga hari menjelang masuknya puasa.

“Kunjungan pekan ini saja sudah mulai terlihat,” katanya.

Sementara itu General Manager The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa Cerry Senggigi, Abdul Hakim menjelaskan, libur panjang dan menjelang puasa turut membangkitkan iklim pariwisata daerah. Imbasnya, hotel-hotel yang banyak tersebar di Lombok mulai kebanjiran pesanan kamar yang membuat okupasi naik.

“Pekan ini saja okupasi resort rata-rata 85 persen,” ujarnya.

Biasanya, kondisi tersebut bertahan sampai satu hari menjelang puasa. Dan sewaktu masuk bulan puasa okupansi akan turun sampai 20 persen khusus untuk ruangan dan kamar hotel. Sedangkan untuk konsumsi makanan dan minuman di hotel akan naik karena banyaknya pihak swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menggunakan restoran di hotel. Mereka menggunakan jasa restoran yang ada di hotel untuk menggelar acara buka puasa bersama karyawan dan para tamu undangan.

“Kalau makanan dan minuman biasanya tidak banyak turun selama puasa. Yang turun adalah sewa kamar karena berbagai aktivitas perekonomian dan pemerintahan di hotel berkurang selama Ramadhan,” ujar Hakim.(hrw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *