FRB ke Kejaksaan Selong Pertanyakan Dugaan Reses Fiktif DPRD

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Selong Jefry Lakaponse saat menerima kedatangan Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur Eko Rahardi.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Selong Jefry Lakaponse saat menerima kedatangan Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur Eko Rahardi.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Kabupaten Lombok Timur Eko Rahardi bersama anggotanya mendatangi Kejaksaan Negeri Selong, Rabu (25/5). Mereka mempertanyakan laporan dugaan reses fiktif dan dugaan penyalahgunaan dana aspirasi dan Bansos DPRD Lombok Timur.

Kedatangannya diterima Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Selong Jefry Lakaponse.

“Kami datang yang kedua kalinya untuk mempertanyakan mengenai masalah laporan kami tersebut,” kata Eko Rahardi.

Pihaknya juga membawakan bukti baru mengenai adanya dugaan penyalahgunaan dana aspirasi dan bantuan sosial DPRD Lombok Timur sampai sejauh mana tindaklanjutnya oleh pihak kejaksaan.

Begitu pihaknya sudah meminta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Timur mengenai bukti penyerahan bantuan tersebut, namun menurut pejabat yang membidangi masalah itu menjelaskan bahwa semuanya sudah diambil oleh Inspektorat.a.

“Kami ingin minta semua tanda terima penerimaan bantuan kepada anggota DPRD Lotim, namun sudah diambil semuanya oleh anggota DPRD Lotim,” kata Eko Rahardi mengutip pernyataan pejabat Dinas Pertanak.

Dia menjelaskan yang perlu diketahui oleh pihak kejaksaan kalau untuk dana aspirasi dan bantuan sosial anggota DPRD Lotim tahun 2016 ini mencapai sebesar Rp10,4 miliar. Dengan terbanyak mengambil pada bidang ternak seperti bantuan sapi, itik, kambing, dan lainnya.

Belum lagi tahun 2015 lalu, sehingga diduga dalam penyaluraannya syarat dengan penyimpangan atau salah sararan. “Tahun 2016 ini saja jumlah anggota DPRD Lotim yang mengajukan bantuan untuk masyarakat mencapai sebanyak 48 orang,” tandas Eko Rahardi.

Kasi Intelijen Kejari Selong Jefry Lakaponse mengatakan pihaknya tetap akan menindaklanjuti laporan yang telah diajukan FRB Lotim. Dengan tentunya masih mengumpulkan data, turun melakukan investigasi.

“Yang jelas kami tidak gegabah, melainkan berhati-hati, apalagi ini anggota dewan. Silakan kepada FRB kalau ada bukti-bukti yang dibawa berikan kepada kami, untuk melengkapi data yang ada,” kata Jefry.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply