Ini Cara agar Uang yang Dikirim TKI Tak Banyak Dipotong

Saat meluncurkan Greenback 2.0 di Hotel Golden Tulip, Mataram, Rabu (25/5).(foto: Yudha/Humas NTB)
Saat meluncurkan Greenback 2.0 di Hotel Golden Tulip, Mataram, Rabu (25/5).(foto: Yudha/Humas NTB)
Saat meluncurkan Greenback 2.0 di Hotel Golden Tulip, Mataram, Rabu (25/5).(foto: Yudha/Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Ada kalanya uang yang dikirim para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke NTB dipotong cukup besar oleh oknum tertentu. Namun kini ada cara agar hal itu tidak terjadi.

Kepala Perwakilan BI NTB Prijono mengatakan ada proyek Greenback 2.0 yang memberikan solusi dalam pengiriman uang TKI agar cepat sampai, mudah, dan aman. Karena seharusnya uang yang diterima oleh keluarga di Indonesia jumlahnya sama dengan yang dikirimkan TKI.

“Selama ini biaya pengiriman uang TKI ke keluarga di Indonesia antara 5-10 persen dari jumlah uang. Diharapkan dengan adanya proyek Greenback 2.0 biaya pengiriman uang dapat ditekan. Jadi, uang yang diterima keluarga tidak banyak berkurang,” ujarnya saat peluncuran Greenback 2.0 di Hotel Golden Tulip, Rabu (25/5).

Program Greenback 2.0 membutuhkan sinergi dari berbagai pihak termasuk daerah Johor Bahru sebagai negara tujuan TKI. Program ini merupakan awal bagi TKI agar pintar dalam mengelola keuangan. Apalagi masyarakat di Provinsi NTB seperlimanya adalah TKI.

“Ke depannya kita ingin memberdayakan TKI agar lebih bisa mengelola keuangan. Jadi, uang yang diperoleh selama menjadi TKI dapat dikelola sedemikian rupa. Sehingga dapat menghasilkan kemaslahatan yang lebih besar tidak untuk individu tetapi juga daerah,” ungkap Prijono.

Banyak aliran remitansi yang masuk ke NTB. Pada bulan Januari-Maret 2016 saja mencapai Rp130 miliar dan khusus untuk Kabupaten Lombok Timur berjumlah Rp500 juta.

“Kita harapkan ke depannya pengiriman uang bisa lebih aman karena seringkali uang yang dikirim oleh TKI dipotong oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ucap Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Lisna Yuliani Pulungan. Adanya Program Greenback 2.0 dapat membantu para TKI dan keluarganya dalam mengelola keuangan lebih baik lagi karena program ini bisa memberikan informasi dan akses layanan keuangan resmi.

Kepala OJK Provinsi NTB Yusri menyampaikan keyakinan bahwa Program Greenback 2.0 membawa kemaslahatan dalam membangun perekonomian TKI, termasuk keluarga yang ada di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2014, penduduk Indonesia dewasa yang dapat mengakses ke sistem keuangan hanya 36 persen, jauh di bawah Malaysia mencapai 41 persen. Oleh karena itu, dengan adanya upaya yang dilakukan Bank Dunia diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia terhadap layanan perbankan, terutama bagi masyarakat di Lombok Timur. Ia mengimbau kepada rekan-rekan perbankan untuk memberikan layanan pengiriman uang terbaik bagi masyarakat di NTB.

“Jangan ada pungutan-pungutan ekstra atau di luar kesepakatan para pihak. OJK akan terus melakukan pemantauan,” tegas Yusri.

OJK NTB memiliki program untuk memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terhadap industri keuangan terutama perbankan di NTB.

“Kami mengajak pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk bekerja sama dalam memberikan edukasi bagi masyarakat di Lombok Timur karena sebagian besar kiriman TKI habis digunakan untuk konsumsi. Alangkah baiknya kiriman uang tersebut bisa digunakan untuk hal-hal yang produktif atau diinvestasikan pada lembaga keuangan, yang nantinya bisa digunakan untuk pembangunan masyarakat di Provinsi NTB,” pungkas Yusri.

Memang, cara paling mudah dalam mengatasi permasalahan TKI adalah pemerintah daerah melakukan pendampingan pada para calon TKI.

“Saya yakin jika TKI diberikan pendampingan sejak awal, maka tidak ada pihak yang akan mengintervensi mereka sehingga mengarahkan kearah yang tidak baik,” ucap Sekretaris Daerah NTB H Muhammad Nur.

Menurut dia, pendampingan adalah sesuatu hal yang mutlak dilakukan dalam melindungi TKI, mulai dari kepala desa sampai ke level yang lebih tinggi.

“Ke depan mari kita bergandeng tangan aparat penyelenggara pemerintah di desa dalam mendampingi warga. Jangan pernah ragu untuk mendampingi warga. Kita selangkah lebih maju dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan warga masyarakat,” ujar Muhammad Nur.

Greenback 2.0 sendiri adalah program hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Kabupaten Lombok Timur, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dan World Bank Group sebagai inisiator dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI NTB Prijono, Kepala OJK Provinsi NTB Yusri, Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Lisna Yuliani Pulungan, Asisten III Administrasi Umum dan Kesra H Lalu Syafi’i, dan pimpinan SKPD lingkup Provinsi NTB.

Program Greenback 2.0 adalah sebuah inisiatif yang dilakukan oleh Payment Systems Development Group di Bank Dunia untuk memperkenalkan praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pasar remitansi berdasarkan kebutuhan pekerja migran melalui pendekatan-pendekatan yang inovatif.

“Greenback merupakan manifestasi perlindungan pemerintah kepada masyarakat dan mari dukung dan fasilitasi serta sosialisasi. sehingga pada waktu yang tidak terlalu lama dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memberi perlindungan kepada warga masyarakat,” pungkasnya.

Lead Financial Sector Specialist World Bank Christopher Juan Costain menyampaikan Kabupaten Lombok Timur dipilih sebagai daerah Proyek Greenback 2.0 karena menjadi pusat TKI. Sebagian besar TKI di Johor Bahru berasal dari Lombok.

Tahun 2013 grup bank dunia kembali berkomitmen untuk mencapai proyek Greenback 2.0 yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pasar remitansi melalui pendekatan inovatif.

“Untuk itu, Program Greenback 2.0 mempromosikan perubahan yang didasarkan pada kebutuhan nyata dari para penerima manfaat akhir layanan transfer dana internasional, yaitu pekerja migran dan keluarganya,” jelasnya.

Konsentrasi Proyek Greenback 2.0 berada di 3 desa di Lombok Timur, yaitu Desa Perigi, Loyok, dan Tete Batu Selatan karena hampir 50 persen warganya berada di luar negeri.(ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *