Perempuan dan Sampah

Ketua TP PKK NTB Hj Erica Zainul Majdi saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pembinaan Peningkatan Penerapan PHBS dan LBS di masyarakat di Aula Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian NTB, Rabu (25/5).(foto: dok Humas NTB)

Ketua TP PKK NTB Hj Erica Zainul Majdi saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pembinaan Peningkatan Penerapan PHBS dan LBS di masyarakat di Aula Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian NTB, Rabu (25/5).(foto: dok Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Tanpa disadari, perempuan banyak mengambil peran dalam mengambil keputusan di rumah tangga. Misalnya, perintah membuang sampah pada tempatnya.

“Kalau kita terapkan ke anak-anak, sepertinya lebih efektif diucapkan oleh ibu-ibu. Oleh karena itu saya harap kalau BLHP atau dinas dan lembaga apapun ingin melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, khususnya mengenai pengelolaan sampah ini, PKK wajib diikutsertakan,” ungkap Ketua TP PKK NTB Hj Erica Zainul Majdi saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pembinaan Peningkatan Penerapan PHBS dan LBS di masyarakat di Aula Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian NTB, Rabu (25/5).

Kepada Kepala Bidang Penataan Lingkungan dan Pengembangan Kapasitas, Koswara dan seluruh peserta sosialisasi yang hadir, Erica meminta agar PKK dilibatkan pada kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat.

“Cari kader-kader PKK di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda, untuk memastikan setiap rumah mengklasifikasi sampah-sampah rumah tangga mereka. Saya yakin PKK mampu untuk itu, dan Insya Allah bisa meringankan beban pekerjaan Anda semua selaku pengelola sampah. Saya yakin dengan koordinasi dan sinergitas yang baik dalam upaya menyosialisasikan pengelolaan sampah ini,” tandasnya.

Erica mengingatkan peran PKK dalam memotivasi, menyosialisasikan dan menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dengan cara menerapkan hidup yang sehat.

“Sebagai motivator dan penggerak, sedari awal kita coba terapkan hidup sehat dan bersih mulai dari diri kita sendiri, keluarga, lalu kita sosialisasikan ke tetangga terdekat dan lingkungan sekitar kita. Jika kita berhasil mengajak masyarakat mengelola sampah dengan baik, Insya Allah itu bisa menjadi kontribusi kita membantu salah satu program pemerintah,” imbau istri Gubernur NTB ini.

Prof Sri Tedjo Wulan yang juga menjadi narasumber pada kegiatan tersebut memperkenalkan metode memusnahkan sampah yang murah. Ia mengatakan walaupun Osamtu (Olah Sampah Tuntas) ini belum menjadi kebijakan dan masih berupa ujicoba diharapkan mampu memberi solusi dalam mengatasi permasalahan sampah yang meresahkan.

“Lingkungan yang tidak bersih dan jumlah sampah rumah tangga yang menumpuk itu bisa dikarenakan sarana prasarana penunjang pengelolaan sampah tidak terpenuhi dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Tapi kalau mau mengubah, tanpa dana besar, Osamtu bisa menjadi solusinya,” ungkapnya.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply