Warga Aikmel Timur Tolak Pembangunan Tower

Puluhan warga RT 01 Cepak Timur, Desa Aikmel Timur melakukan aksi penolakan pembangunan tower seluler.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Puluhan warga RT 01 Cepak Timur, Desa Aikmel Timur melakukan aksi penolakan pembangunan tower seluler.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Puluhan warga RT 01, Dusun Cepak Timur, Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi spontan menolak pembangunan tower seluler yang berada di tengan perkampungan penduduk, Sabtu (28/50). Warga menganggap kalau pembangunan tower meresahkan masyarakat.

Aksi yang dilakukan warga, tanpa mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Akan tetapi berlangsung aman, meski massa sempat berusaha untuk menerobos masuk ke lokasi pembangunan, namun tidak terjadi bentrok fisik antara warga dengan pemilik lahan dan pekerja.

“Yang jelas kami menolak pembangunan tower yang dinilai ilegal dan tidak mengantongi izin tersebut,” kata koordinator aksi, Lalu Yuslis dalam orasinya seraya meminta kepada para pekerja untuk menghentikan aktivitasnya karena kalau tidak massa yang akan menghentikannya.

Massa aksi melakukan penolakan tidak lain karena resah dengan keberadaan tower seluler yang ketinggiannya antara 50 sampai 70 meter itu berada di dalam perkampungan padat penduduk. Apalagi warga mengklaim kalau tower yang dibangun itu belum mendapatkan izin atau rekomendasi dari Kades Aikmel Timur.

“Kalau nantinya terjadi apa-apa dengan tower terhadap warga tentunya siapa yang akan bertanggungjawab. Inilah yang harus dipikirkan oleh pemilik lahan maupun perusahaan yang membangun tower tersebut,” ujar koordinator aksi lainnya, Lalu Abdurrahman.

“Kalau tidak ada solusi maka tentunya warga yang akan melakukan penyegelan terhadap keberadaan tower yang sudah dipasang tersebut, bahkan bila perlu akan membongkarnya,” tambahnya.

Di tempat terpisah. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur Salmun Rahman saat dikonfirmasi mengatakan kalau pembangunan tower di belakang Pasar Aikmel tersebut, pihaknya baru kemarin mendapatkan informasi kalau warga melakukan penolakan.

Menurut dia, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishukominfo) Lotim mengenai masalah ini.

“Untuk pembangunan tower di belakang pasar Aikmel itu masih dalam proses mengenai masalah ini sehingga pihaknya akan melakukan turun lapangan Senin (30/5) bersama tim untuk mengkrosceknya,” terang Salmun Rahman.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply