Budaya Gemar Membaca Menjadi Keharusan

Wagub NTB H Muh Amin saat Peluncuran dan Pencanangan Gerakan Cinta Membaca, Pembangunan Arsip Gubernur dan Program Arsip Digital di Tangan, di Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB, Senin (30/5).(foto: dok Humas NTB)

Wagub NTB H Muh Amin saat Peluncuran dan Pencanangan Gerakan Cinta Membaca, Pembangunan Arsip Gubernur dan Program Arsip Digital di Tangan, di Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB, Senin (30/5).(foto: dok Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menuntut terciptanya masyarakat yang gemar membaca. Menurut orang nomor dua di NTB tersebut, masyarakat yang gemar membaca adalah masyarakat yang gemar belajar.

“Masyarakat yang memperoleh pengetahuan dan wawasan baru akan semakin membuat kehidupannya cerdas. Sehingga apapun tantangan zaman ke depan, mereka mampu menjawabnya,” ujar Wakil Gubernur NTB H Muh Amin saat Peluncuran dan Pencanangan Gerakan Cinta Membaca, Pembangunan Arsip Gubernur dan Program Arsip Digital di Tangan, di Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB, Senin (30/5).

Saat itu juga, Wagub berpesan kepada seluruh masyarakat, terutama siswa untuk terus meningkatkan kualitas diri. Hal itu dapat dilakukan dengan banyak membaca.

Terkait arsip, Wagub mengungkapkan banyaknya arsip daerah yang belum diolah dan ditata dengan baik sehingga sangat mungkin arsip yang bernilai guna dan bersejarah tersebut masih ditemukan atau ditempatkan tidak semestinya.

“Saya berharap lembaga kearsipan secara aktif menelusuri dan mengambil alih arsip-arsip tersebut. Arsip ini kemudian diolah agar dapat bercerita dan memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat,” harap jelas Wagub di hadapan Plt Kepala Perpustakaan Nasional Dedy Junaedy dan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB H Imhal.

Dedy Junaedy menyampaikan gerakan gemar membaca sudah dicanangkan di tujuh provinsi di Indonesia. NTB merupakan provinsi ketujuh yang mencanangkan gerakan tersebut.

“Di NTB ini agak unik Pak Wagub. Kalau di tempat lain menggunakan Gerakan Budaya Membaca, tapi di sini pakai Gerakan Cinta Membaca. Berarti itu melekat dari anak yang kecil, sampai remaja, dewasa, dan orangtua. Kalau sudah cinta, Insya Allah kita akan terus membaca,” ungkapnya di hadapan ratusan siswa dan guru yang hadir di acara tersebut.

Namun demikian, Dedy Junaedy berharap gerakan cinta membaca menjadi contoh teladan bagi orang tua dan masyarakat dalam menumbuhkembangkan cinta membaca. Sehingga masyarakat tidak ketinggalan.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip NTB H Imhal menyampaikan kegiatan-kegiatan yang akan menunjang suksesnya gerakan cinta membaca di masyarakat.

“Dengan koleksi perpustakaan yang mencapai satu juta enam ratus ribu, akan mendukung kebutuhan masyarakat. Kita juga telah menyelenggarakan lomba perpustakaan, lomba cerita, lomba menulis di media, semua itu untuk menumbuhkan kecintaan terhadap perpustakaan,” jelasnya.

Pihaknya terus melakukan inovasi melalui E-Perpustakaan. Sehingga masyarakat yang membutuhkan referensi atau buku dapat mengaksesnya dengan mudah, bahkan dalam hitungan beberapa detik, daftar referensi yang dibutuhkan akan langsung muncul.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply