Gara-gara Uang Sewa, Pedagang Segel Pasar

Pedagang Pasar Terara melakukan aksi di Pasar Terara sebagai bentuk aksi protes atas tingginya biaya sewa kios di pasar tersebut.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Pedagang Pasar Terara melakukan aksi di Pasar Terara sebagai bentuk aksi protes atas tingginya biaya sewa ruko di pasar tersebut.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Puluhan pedagang dan masyarakat Desa Terara yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Nusa Tenggara Barat melakukan aksi di Pasar Terara, Senin (30/5). Tidak itu saja massa juga melakukan aksi penyegelan Pasar Terara sebagai bentuk aksi protes pedagang dan masyarakat atas kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur yang mematok harga tinggi tarif sewa ruko di pasar tersebut.

Aksi yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian itu menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas di jalan negara Mataram – Labuhan Lombok maupun sebaliknya.

“Aksi penyegelan pasar ini sebagai bentuk aksi protes kami atas tingginya biaya tarif sewa ruko di Pasar Terara ini,” teriak koordinator aksi, H Lalu Iswan Muliadi dalam orasinya. “Pokoknya kami akan tetap melakukan aksi sampai apa yang menjadi tuntutan pedagang direspons Pemkab Lotim,” ucapnya.

Aksi penyegelan Pasar Terara tersebut, disaksikan langsung Kabag Ops Polres Lombok Timur Kompol M Hutagalung bersama kepala pasar setelah dilakukan negoisasi dengan korlap aksi dan pedagang.

“Kami berikan mereka melakukan penyegelan secara simbolis saja ya. Setelah itu kalian bubar karena mengganggu arus lalu lintas,” tegas Hutagalung di hadapan para korlap aksi.

Massa aksi terus melakukan orasi dengan menuding kalau Pemkab Lombok Timur merugikan para pedagang. Dengan tinggi harga tarif sewa ruko yang mencapai Rp25 juta per tahunnya.

“Di Mataram saja sewa ruko hanya Rp10 juta sedangkan di sini sangat mencekik sekali sampai Rp25 juta per tahun,” kata Buhari dalam orasinya seraya menuntut janji Pemkab Lombok Timur yang selalu didengung-dengungkan pro rakyat tersebut.

Setelah puas melakukan aksi serta menyegel Pasar Terara, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dengan berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar lagi kalau apa yang menjadi tuntutan mereka tidak direspons Pemkab Lombok Timur.

Di tempat terpisah Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Kabupaten Lombok Timur Iswan Rahmadi saat dikonfirmasi enggan berkomentar mengenai masalah ini dengan alasan karena sudah ada bidangnya yang menangani masalah Pasar Terara tersebut.

“Silakan saja langsung ke Kabid yang menangani bidang retribusi dan pendapatan yang lain-lain karena dia yang mengetahui secara pasti,” ujar Iswan singkat.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply