UN Lombok Barat: Naik Peringkat Tapi Tak Sesuai Harapan

H Ilham, Kadis Dikbudpora Lombok Barat.(foto: istimewa)

H Ilham, Kadis Dikbudpora Lombok Barat.(foto: istimewa)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Boleh jadi kegembiraan saat ini tengah menggelayuti jajaran pendidikan di Lombok Barat. Kegembiraan dirasakan bukan karena pos anggaran pendidikan ditambah baik DAU maupun dari DAK.

Namun jajaran Dikbudpora Lobar lagi sumringah, mengingat pemeringkatan nilai kelulusan dari hasil Ujian Negara (UN) setingkat SLTA belum lama ini mampu mendongkrak rating V di tahun 2015 lalu menjadi posisi ketiga tahun 2016 rata-rata se NTB. Lombok Barat berada di posisi ketiga di bawah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur. Meski demikian, nilai rata-rata UN SMA yang diperoleh daerah ujung barat Pulau Lombok ini hanya 50,12. Perolehan nilai sebanyak ini, jika diambil tolok ukurnya secara nasional masih jauh yakni minimal 55.

Tentu saja dari perbaikan peringkat, H Ilham, Kadis Dikbudpora Lobar boleh tersenyum lepas. Namun di balik itu ia tidak mau jumawa berlebihan. llham masih menyisakan kekecewaan karena pencapaian yang masih rendah dari target nasional.

Peta hasil proses belajar-mengajar yang klimaksnya terlihat dari hasil UN beberapa waktu lalu secara umum SMA di Lobar seluruhnya lulus 100 persen. Kecuali di SMAN 1 Gerung tak lulus hanya satu orang. Melihat pencapaian nilai rata-rata yang diperoleh peserta UN di Lombok Barat belum memuaskan, yang seharusnya targetkan nilai rata-rata nasional bisa 55.

“Namun sejauh ini pencapaian nilai rata-rata nasional juga belum diketahui, apakah mencapai target minimal atau tidak,” tukas Ilham.

Sebagai pemangku kebijakan di bidang pendidikan, terkait perolehan hasil UN tahun ini akan dijadikannya sebagai bahan evaluasi ke depan untuk menentukan arah kebijakan.

Ia mengaku, dari hasil UN terdapat kekurangan dari sisi kualitas proses pembelajaran anak didik yang belum memuaskan. Proses belajar yang diterima anak didik belum berada pada posisi maksimal. Hal ini berdampak dari beberapa aspek.

Aspek dimaksud Ilham, seperti kualitas proses disebabkan kompetensi guru yang masih kurang, input sarana dan prasarana kurang di sekolah, termasuk lingkungan belajar anak-anak, buku sumber belajar yang kurang memadai.

“Semua aspek ini jelas berkaitan satu sama lain. Ini yang akan kami jadikan bahan kebijakan,” katanya.

Tidak terhenti dari penyebab itu, jajaran Dikbudpora Lobar juga akan melihat dari hasil UN dari hasil nilai Uji Kompetensi Guru dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sarana dan prasarana. Semua itu akan dilihat secara menyeluruh dan ditentukan strategi yang akan diambil.

Sebagaimana diketahui rekaman nilai rata-rata UN tahun 2016 ini di Lombok Barat seperti mata pelajaran IPA bertengger di urutan ketiga dengan nilai rata-rata 45,53. IPS berada di urutan kedua dengan nilai 53,7 dan Bahasa di urutan kelima dengan nilai rata-rata 47,26.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply