Ada Info Kejari Keluarkan SP3, Warga di Desa Serage Bergejolak

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Mendengar informasi bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dilakukan oleh mantan Kades Serage, Mese membuat masyarakat di Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya bergejolak. Ada yang pro maupun kontra.

SP3 itu menandakan bahwa status tersangka bisa dicabut dan kepala desa bisa menjabat kembali.
“Banyak warga tidak terima kalau mantan Kades kembali menjabat sebagai Kades lagi,” tandas salah seorang tokoh di Desa Serage, Supardi, Selasa (31/5).

Dijelaskannya, situasi di Desa Serage ini mulai bergejolak karena adanya isu dari mantan Kades jika diaktifkan kembali akan menghentikan sejumlah staf yang ada di desa. Warga saat ini menjadi terkotak-kotak, pro dan kontra. Sebelum ada informasi itu, situasi di Desa Serage aman. Lebih-lebih adanya kelompok Jage Bersatu warga bisa merasakan keamanan dan kenyamanan.

“Kalau mantan Kades kembali menjabat, kami dari kelompok Jage Bersatu tidak berani menjamin keamanan karena warga juga menolak jika mantan Kades diaktifkan kembali,” ucap Supardi yang juga Ketua Jage Bersatu.

Agus (36) warga setempat menambahkan, pasca-Kades Serage dinonaktifkan, kondisi di desanya aman dan nyaman, tidak pernah ada gejolak di tengah masyarakat. Namun, ketika adanya isu bahwa Kades Serage akan kembali menjabat, situasi mulai bergejolak.

“Kami berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat guna menyelesaikan masalah ini. Sehingga tidak ada persoalan lagi ke depannya,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, Kejari Praya mengeluarkan SP3 terhadap mantan Kades Serage, Mese dalam kasus dugaan penyelewengan ADD karena tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke pengadilan. Memang, sesuai hasil audit Inspektorat Lombok Tengah ada anggaran Rp6 juta yang diduga diselewengkan. Namun setelah diselidiki anggaran itu bukan diselewengkan, tapi merupakan honor Kadus dan BPD yang belum dibayarkan.

Mantan Kades Serage itu ditetapkan sebagai tersangka pada tahun 2013. Kini, sudah tidak menjadi tersangka lagi setelah terbitnya SP3 dari Kejari Praya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply