Investor Pasang Plang di Tanah Ulayat, Pol PP Belum Berani Bertindak

Plang perusahaan yang dipasang di lokasi tanah ulayat Tampah Bole, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Plang perusahaan yang dipasang di lokasi tanah ulayat Tampah Bole, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur hingga saat ini belum menerima laporan terkait adanya investor yang melakukan pemasangan plang di lokasi tanah ulayat Tampah Bole Pantai Kaliantan, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru.

Karena itulah untuk bertindak dan mengambil tindakan tegas terhadap PT Temada Pumasabadi tersebut, Pol PP tidak berani sebelum ada laporan resmi yang masuk sebagai acuan untuk melakukan penertiban.

“Saya belum terima laporan atas adanya perusahaan yang memasang plang di Tampah Bole,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Lombok Timur Salmun Rahman kepada Lomboktoday.co.id.

Dia mengaku mengetahui adanya perusahaan yang pasang plang di tanah ulayat Tampah Bole, setelah memperoleh informasi dari media massa yang memberitakannya.

Tampah Bole itu dijadikan tanah ulayat atau adat oleh almarhum Tuan Guru Haji (TGH) Sibawaihi Mutawalli bersama para tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Jerowaru.

Pemerintah pada waktu itu menyetujui dengan dijadikan Iampah Bole sebagai lokasi tanah ulayat. Konsekuensinya, semua perusahaan maupun orang lain dilarang untuk memiliki atau mendirikan bangunan di lokasi tersebut.

Menurut Salmun Rahman, seharusnya kepala desa melaporkan mengenai masalah pemasangan plang perusahaan yang berada di tanah ulayat Tampah Bole.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply